Mengenal Keselamatan PLTN (Nuclear Reactor Safety) Juni 29, 2007
Posted by metnet in Nuclear Power news, pltn.trackback
Potensi bahaya yang dimiliki sebuah reaktor nuklir bisa ditentukan setelah dilakukan kajian teknologi dan keselamatan yg dimiliki oleh sebuah reaktor nuklir. Demikian juga potensi bahaya yang dimiliki oleh mobil yang memasuki jalan tol. Keamanan dan rasa aman bisa diperoleh saat pengendara mobil berkecepatan tinggi di jalan tol selalu menjaga jarak dengan kendaraan lain dan mematuhi perarturan lalulintas. Penyelenggara jalan tol juga membatasi pemakai jalan tol sehingga sepeda motor dan pejalan kaki dilarang masuk. Dengan demikian rasa aman pemakai jalan tol bisa tercapai. Hal yang sama dilakukan pada sebuah PLTN.
PLTN memiliki berbagai kelengkapan keselamatan nuklir untuk menjamin keamanan operasi reaktor nuklir.
- Pelatihan SDM secara periodik. Pelatihan SDM selalu dilakukan secara berkala untuk memastikan standar kualitas SDM dalam menghadapi kondisi darurat.
- Fail safe system, system dan peralatan dlm PLTN didesain selalu beroperasi aman meskipun pada kondisi tdk ideal. Misalnya, pada setiap gejala kecelakaan, power shut down otomatis harus bekerja meskipun tanpa listrik, bahkan sebuah petir yang menggelegar hebat sekali cukup untuk mematikan secara otomatis sebuah PLTN. Fail safe system diterapkan dalam beberapa peralatan lainnya di PLTN, misalnya pada pompa pendingin. Meskipun pompa pendingin gagal bekerja sekalipun, jumlah pendingin yg berlebihan dlm sistem primer harus mampu menyerap semua panas dari reaktor setelah shutdown terjadi.
- Interlock system, sebuah sistem untuk mencegah operasi PLTN yang menyalahi procedure. Sistem otomatis terkunci pada kondisi tertentu sehingga operasi PLTN tidak mungkin bekerja diluar perencanaan, termasuk mencegah operasi PLTN oleh teroris. Misalnya batang kendali tdk bisa terus dinaikkan bila daya 100% telah tercapai atau reaktivitas melewati 0.05 [%Dk/k].
- Sistem anti gempa. PLTN dibangun di lapisan bedrock dan sebelum proses pembangunan selalu dilakukan kajian, analisis dan tes seismik. Resiko seismik berhubungan dengan kondisi maksimum saat terjadi gempa bumi serta perencanaan evakuasi.
- Emergency shutdown system, sistem ini terhubung langsung dengan fail safe system. Batang kendali harus memiliki sistem shutdown otomatis supaya kondisi darurat bisa diantisipasi dengan jalan tercepat. Kriteria sistem pengaman shutdown otomatis ini beragam, inputnya bisa dari batas maksimal penambahan daya yg dilewati, jumlah radiasi yg melebihi ambang batas, pola kerja batang kendali yg tdk sesuai, reaktivitas yg berlebihan, temperatur suhu pendingin, temperatur suhu ruangan dll.
- Emergency core cooling system (ECCS). Sebuah sistem yang bertugas untuk mendinginkan reaktor. Pada kecelakaan reaktor, sistem ini bekerja dengan membanjiri teras reaktor dengan pendingin yang berlebihan sehingga dijamin reaktor segera dingin.
- Inherent safety system. Sebuah sistem yang dikembangkan setelah terjadi kecelakaan di Chernobil (Rusia) dan TMII (USA) dimana fokus safety dilakukan dalam tahap desain bahan bakar reaktor (fuel). Fuel pada PLTN sekarang ini didesain memiliki reaktivitas negatif yang lebih baik pada saat suhu fuel meningkat. Sehingga setiap potensi kecelakaan berupa peningkatan suhu pada fuel akan membuat reaktifitas negatif membesar dan membuat daya reaktor tidak bisa naik secara tidak terkendali dalam orde mili-detik sampai 2 detik. Dengan demikian, human error, procedure-error, dan gabungan banyak error yang memicu kecelakaan reaktifitas yg membuat daya dan suhu dlm fuel meningkat secara drastis dlm waktu yg singkat menjadi tdk mungkin krn rekayasa material dlm fuel. Otomatis kecelakaan reaktivitas spt Chernobyl dan TMII seharusnya tdk mungkin terjadi lagi.
- Defense in depth, kebocoran radiasi dijamin oleh teknologi yang sudah dibahas dlm artikel sebelumnya, yaitu pembahasan 4 lapis pengaman di “Indonesia Menuju PLTN“. Pelepasan materi radiasi dicegah oleh: materi pengikat keramik yang kuat dlm bahan bakar nuklir, pelindung bahan bakar nuklir berupa cladding yg kokoh, pelindung teras reaktor atau vessel reaktor, dan bangunan reaktor atau containment.
- Sistem tambahan yg hyper-active. Pada PLTN modern, aplikasi cerdas sudah mulai diterapkan di beberapa PLTN generasi ke II+ ke atas. PLTN generasi II yg lama masih belum memanfaatkan sistem ini. Metode yg efisien dan menjadi objek penelitian saya adalah implementasi neuro-expert dlm sistem monitoring modern yg mampu mendeteksi setiap gejala kecelakaan dengan secepat mungkin, jauh lebih cepat dari pada sistem konvensional. Keuntungan tambahan adalah proses kalibrasi online yg menghemat banyak waktu, tdk spt kalibrasi konvensional berkala yg menunggu jadwal maintenance dan ada kemungkinan kerusakan sensor saat operasi reaktor.
Teknologi tepat guna yang efisien spt tercantum diatas menjamin PLTN akan beroperasi dengan aman. Kesederhanaan prinsip yg diterapkan adalah penyediaan sesuatu bahan dg jumlah angka lebih diatas kekuatan teknis peralatan PLTN sehingga marginnya cukup jauh. Misalnya untuk titik leleh fuel adalah 2600 Celcius, maka suhu fuel PLTN yg diijinkan harus dibawah 1600 Celcius. Contoh lain: Posisi PLTN di Bedrok membuat gedung PLTN akan mengalami goncangan gempa sekitar 4 SR bila sumber gempa adalah 6 SR, namun gedung harus tetap dirancang menahan gempa sampai sebesar 10 SR. Kasus gempa bumi yg menimpa PLTN di Jepang memberikan pengetahuan bahwa bangunan PLTN bisa menahan dg baik gempa lebih besar dari pada 6 SR meskipun telah terjadi kebakaran di transformer listrik dan kebocoran air limbah low level radiasi (kebocoran radiasi tdk mencemari lingkungan krn pada dasarnya low level radiasi memiliki radiasi sangat kecil hasil limbah pencucian sepatu, karet, dan media penyimpan fuel).
Mantap sekali. Indonesia harus bangkit di kancah internasional dengan cara membangun PLTN. Karena PLTN adalah gerbang menuju teknologi maju.
Teddy Ardiansyah
Department of Nuclear Engineering, Tokodai
Trims banget atas kunjungan ke situs ini. Semoga lancar belajar nuklir dan riset di negeri sakura.
Go nuclear,Go!!
Anis Rohanda
PTRKN-BATAN
Eventhough I am not working and directly supporting the Nuke-Indo 2015 but still I do have my vote on there…
Th232ank’s,
Rp.$imeon
aron km koq isi posting go nuklir go ky cheerleder man
Hai masyarakat Indonesia jangn takut terhadap PLTN. Yang perlu ditakuti adalah Siapa nanti yang membangun dan mengawasinya. karena desain dan rancangan bangun sudah standart. Tinggal mengawasi saja yang membangun. Jangan ada toleransi terhadap penurunan spesifikasi bahan. Tidak boleh ada toleransi terhadap penyimpangan prosedur. Semoga PLTN segera dapat dibangun di negeri Indonesia.
Secara garis besar, ketakutan masyarakat terhadap nuklir adalah karena faktor hambatan penyampaian informasi. Mungkin informasi ttg nuklir bisa dimulai dari hal-hal kecil misalnya:
- semua laboratorium pemeriksaan pasien dg sinar-X di RS dicantumkan tanda area radiasi nuklir.