jump to navigation

Jurnal perjalanan nuklir ke Trinity Site, New Mexico, USA Maret 28, 2008

Posted by metnet in anti nuklir, Blogroll, energi alternatif, Experiments, hidrogen, lingkungan, muria, Nuclear Power news, nuklir, pltn, reaktor nuklir.
trackback

Ledakan bom atom pertama, Trinity Site, NM, USAPerjalanan tapak tilas kelahiran bom nuklir dimulai dari kota Alburquerque. Saat duduk dalam bisa paling depan, saya disapa oleh Ben C Benjamin. Satu rombongan dalam satu bis terdiri dari para pakar nuklir dari berbagai negara, kebanyakan dari USA. Tour ke Trinity Site biasanya hanya bisa diadakan oleh instansi tertentu, satu tahun 2X saja. Dalam rombongan, termasuk presiden America Nuclear Society (ANS), Ted Quin. Tenyata, Ben Benjamin adalah pemandu tour yang ditunjuk oleh ANS karena pengalaman beliau sebagai anggota Manhattan project dalam proyek eksperimen bom nuklir pertama[1]. Rekan satu bangku saya adalah peneliti di Sadia Laboratorium. Seperti yang kita ketahui, tujuan percobaan ledakan bom atom ini adalah untuk membuat bom atom dari Uranium yang kemudian diledakkan 500 meter di atas kota Hiroshima, Jepang dan mengakhiri perang dunia ke-2.

Ketua ANSSekitar 3 jam setelah berangkat dari kota Alburquerque melalui jalan tol, kemudian keluar dari jalan tol setelah 2 jam perjalanan. Kemudian kami melewati suatu padang gersang yg kiri-kanan-nya yang terlihat tanda larangan masuk ke area tersebut. Kemudian bus menjemput guide bus kami (saya sebut dia: weapon guy) yang bekerja di lokasi miliki USA ARMY ini dimana lokasi seluas kota Tangerang ini untuk pengujian berbagai keperluan militer, terutama roket dan rudal. Nama tempat ini Permanent High Explosive Test Site (PHETS).

Setelah sang weapon guy masuk bis, kami melanjutkan perjalanan melewati padang rumput gersang. Pemandangan menarik saat iring-iringan 30 truk menenteng rudal patriot melintas berlawanan arah dengan bus kami. Rudal tsb diuji oleh tentara Jepang, tentu saja setelah membelinya dari Amrik. Menggelikan kata Ben Benjamin, dulu amrik menguji bom Atom di sini untuk mengebom Jepang dan sekarang malah Jepang yg menguji rudal Patriot di sini :D , saat itu memang ketegangan antara Jepang – Korea Utara sedang tinggi setelah Korea Utara melakukan percobaan rudal yang jatuh di laut dekat Jepang. Sehingga hal ini mungkin mendorong Jepang untuk membeli rudal Patriot dalam jumlah besar dari Amrik. Kondisi kontradiksi dalam sejarah, entah apa yang akan terjadi 50 tahun lagi, siapapun sulit menduga.

Saya dan Ted Quinn tidak banyak berkomunikasi, namun dia tampak ramah ke siapapun, maklum ketua asosiasi ahli nuklir Amrik harus begitu.

Nama kantor

Weapon gate

Kemudian rombongan memasuki area tempat percobaan pertama bom atom di Trinity Site. Lokasi percobaan dikelilingi pagar dengan peringatan radiasi dan ada tugu/monumen di tengah-tengahnya tempat bom atom meledak. Tampaknya kondisi lingkungan meskipun memiliki paparan radiasi 1.5 mrem/jam, lingkungan telah kembali seperti semula. Sebagai perbandingan tingkat bahaya radiasi; nonton TV 1 mrem/tahun, naik pesawat 2 mrem/2 jam, radiasi dari lingkungan 240 mrem/tahun. Foto lingkungan yang dikelilingi bukit terlihat dibawah. Kegersangan lingkungan memang ciri khas lingkungan Amrik bagian barat.

Lokasi tempat peledakan bom atom pertama

Batu trinity Setelah memasuki area pusat ledakan bom atom pertama, saya berkeliling mengamati lingkungan secara detail untuk mengawati kerusakan. Tidak ada tanda-tanda kerusakan yang signifikan selain kehadiran batu-batu Trinity yang indah. Sayangnya batu trinity dilindungi oleh pemerintah Amrik dan dilarang mengambilnya. Batu tersebut sebenarnya masih memancarkan sinar radiasi alfa, krn terbentuk dari pelelehan debu dan batu saat terjadi ledakan bom atom. Warna batu trinity menarik sekali, tampak kehijau-hijauan sehingga saya ingin memegang dan memotretnya. Suhu panas hasil ledakan bom atom memang luar biasa sehingga batu dan debu bisa meleleh.

Tanaman disekitarnya sebagian besar adalah rumput. Meskipun jarang sekali hujan, tumbuhan yg ada tampak tumbuh dengan wajar. Pada gambar pemandangan lokasi ledakan bom atom diatas, terlihat bahwa bukit sekitar ledakan terlihat belang-belang. Hal ini disebabkan pada ketinggian tertentu, tingkat kerusakan akibat ledakan bom atom selalu berbeda sehingga kecepatan pengembalian lingkungan tergambar dari tingkat pertumbuhan rumput pada bukit tersebut. Tanaman lain sejenis juga tumbuh dengan baik seperti tidak pernah ada ledakan nuklir di situ.

Ditengah-tengah area ledakan berdiri sebuah monumen memperingat kejadian percobaan pertama ledakan bom atom. Saya juga sempat mejeng di depannya dan dalam pikiran terus berpikir kehebatan alam yang mampu kembali seperti semula. Jujur saja, saya hanya kagum dengan fasilitas militer yang memiliki manajemen yang sangat baik sehingga sejarah mencatat kehebatan, keberhasilan, dan kejayaan USA ARMY dalam menghadapi setiap situasi. Seandainya bangsa Indonesia mahir dalam hal manajemen di segala bidang . . , ups mimpi atau harapan ?

Sedang cerita tentang Trinity Site

Tugu monumen bom atomSetelah puas berkeliling, kami berfoto bersama dan Ben Benjamin menjelaskan segala sesuatu serta menjawab setiap pertanyaan. Pekerjaan dia dulu adalah anggota USA ARMY dan tergabung dalam Manhattan Project. Tugas Ben adalah menghasilkan foto kualitas tinggi untuk mengukur besanya ledakan dengan pasti sehingga tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh bom atom terukur dengan pasti. Percobaan ledakan 100 ton TNT juga dilakukan disebelah bekas ledakan bom atom untuk membandingkan hasil perhitungan dengan hasil ledakan yang sesungguhnya. Tampak sekali, anggota Manhattan bekerja dengan cermat dan teliti sekali. Bahkan beberapa bunker juga diukur kerusakannya berdasarkan jarak dari pusat ledakan.

Hal ini menjawab kenapa bom atom di Hiroshima diledakkan di udara setelah ketinggian mencapai 500 meter. Supaya ledakan bom atom tersebut bisa menghancurkan secara maksimal segala sesuatu dalam radius tertentu termasuk sesuatu yang ada di dalam tanah.

Kemudian rombongan kami melanjutkan perjalanan ke tempat peleburan Plutonium pertama. Di tempat itu hanya sebuah rumah tua yang sudah tidak terawat.

Terakhir, kami mengunjungi satu-satunya bar/cafe yang ada di kota San Antonio untuk menikmati makanan kesukaan Ben Benjamin dan saya duduk dan makan disebelahnya. Ben bercerita, bar/cafe ini sering dia kunjungi sejak dia bertugas di Manhattan Project (th.1944). Makanan tersedia seperti western food lainnya, burger, hotdog, dengan minuman coke or bir. Akhirnya wajah MetNet terpaksa unveiled di blog ini.

Sebagai muslim saya tentu memesan makanan kentang telur with no meat and coke, cukup untuk membuat saya kekenyangan karena porsi bule emang gila banyaknya. Tidak saya duga, ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ben dan kamipun memberi selamat kepada-nya.

Rekan2 rombongan banyak yang duduk semeja dan mereka surprise setelah membaca name-tag saya (seperti kebanyakan nama orang muslim lainnya). But no worries, they are so kind. Hanya 2 orang Asia di rombongan tour ini. Seorang lagi adalah exekutif dari Mistubishi yang sering menyendiri, mungkin dia agak kaku mengingat sejarah bom atom selalu terkait dengan kengerian dan kegetiran negaranya yang kalah perang.

Setelah acara selesai, rombongan kembali ke kota Albuquerque, dan saya kembali ke hotel. Besoknya saya berkunjung ke museum bom atom di pinggir kota tua (pusat kota Albuquerque saat ini adalah kota baru). Tentu banyak foto2 segala macam senjata rudal/bom nuklir.

Referensi:
[1]. http://www.sandia.gov/LabNews/LN11-03-00/trinity_story.html

Komentar»

1. Zhinichi Rohanda - Maret 28, 2008

Hmm..great journey, nice story..
kt tggu info2 yg laen, – trmsk great journey & nice story nya -..
bwt pr Nukers around d world..

2. [NukliR] - Maret 29, 2008

Pak De.. such interesting journey..
Mudah mudahan.. tidak ada lagi kejadian seperti di Japan, 1945..
Thanks..for story..

CH
Supporter of nuclear for peace purpose.. opponent of nuclear weapon hehehe

3. metnet - April 3, 2008

Terima kasih atas kunjungan dari pak Rohanda dan http://www.nuklir.info.
Salam sukses selalu.

MetNet

4. alim - Juli 10, 2008

thanks sir for the story, so i can tell more to my family and friends about nuclear weapon, (because if i said that i work in BATAN, my friend will tell “could you make a BOMB?”..) ..

5. Muhammad Ahsan S. Mandra - Desember 19, 2009

This story make clear our mind about nuclear Sir, Thanks a lot waiting for another story


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.