Gerakan Anti-PLTN = Black campaign Juni 12, 2010
Posted by metnet in anti nuklir, bbm, biofuel, Blogroll, energi alternatif, Experiments, hidrogen.trackback
Gerakan anti-PLTN yang menguat di tanah air selalu disponsori oleh lembaga swadaya masayarakat. Alasan penolakan PLTN adalah: (1) ancaman prilaku korupsi yang membahayakan PLTN, (2) membangun PLTN = membangun reaktor Chernoyl yang setiap saat bisa meledak, (3) bahaya kebocoran radiasi terhadap kesehatan, terutama penyakit kanker, dan (4) Indonesia masih memiliki energi alternatif lain yang banyak. Beberapa isu pokok lain masih ada, tapi meyakinkan masyarakat terhadap 4 hal ini adalah kunci pokok.
1. Ancaman perilaku korupsi yang membahayakan keselamatan operasi PLTN
Indonesia merupakan surga bagi para koruptor. Indeks korupsi oleh beberapa lembaga internasional selalu menempatkan negara kita dalam 10 besar negara terkorupsi, bahkan beberapa kali mejadi no.1. Ancaman perilaku korupsi pada saat pembangunan PLTN akan memperngaruhi kualitas peralatan. Standar kriteria peralatan PLTN telah ditetapkan dengan sangat detail, baik standar IEC maupun ISO. Kedua standar saling mereferensi dan mengikuti panduan IAEA dalam dokumen teknis. Ada puluhan dokumen standar yg harus dipenuhi oleh supplier PLTN. Secara garis besar, untuk peralatan yg kelas 1A, harganya sangat mahal dan digunakan secara bersamaan dalam PLTN dg prinsip ganda (redundansi). Sehingga saat pembangunan PLTN, perilaku korupsi akan berusaha mengganti peralatan kelas 1A dengan peralatan aspal sejenis yg hanya mampu memenuhi persyaratan kelas 1B atau bahkan persyaratan kelas yg lebih rendah, karena harganya lebih murah. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan dari penurunan biaya kontruksi. Sehingga ratusan ribu dollar bisa dikantongi oleh supplier. Kemudian dengan teknisi yang handal, seluruh pekerjaan konstruksi bisa diselesaikan dengan baik dan rapi. Pada saat proses ijin operasi PLTN, badan regulasi BAPETEN dan IAEA, secara bersama-sama atau terpisah akan melakukan pemeriksaan. Supplier ternyata berhasil melewati pemeriksaan awal berupa pemeriksaan dokumen serial number yg tertera pada peralatan. Mungkin supplier sudah pengalaman membangun PLTN dan melakukan cloning serial number pada peralatan kelas 1A. Pada saat pengujian teknis baik berupa pemeriksaan visual maupun demonstrasi uji fungsi awal, supplier berusaha menyogok petugas lokal supaya mengabaikan hasil uji elektrik peralatan aspal yang terlihat agak berbeda dg peralatan yg asli. Namun ternyata, data digital pemeriksaan awal ini juga akan diperiksa oleh teknisi IAEA. Kalau asumsi supplier benar-benar pelobi ulung tingkat dunia, dia berusaha mendekati teknisi IAEA dg tawaran uang yg lebih besar lagi, mungkin $ 20-50 ribu tidak cukup. Saat itulah perjudian dimulai. Koruptor dimanapun memang hobi berjudi, baik berjudi terhadap hasil pemeriksaan, maupun berjudi dalam arti sebenarnya, termasuk berjudi terhadap hasil sepak bola Piala Dunia Afsel 2010. Peralatan aspal tentu tidak bisa memenuhi kriteria elektrik kelas 1A dan hal ini pasti sudah ditemukan oleh teknisi pemeriksa Bapeten, kemudian diklarifikasi oleh teknisi IAEA. PErjudian yg terjadi, apakah uang yg dikeluarkan untuk menyogok lebih kecil dari selisih harga yg dikorupsi ? Asumsi bisa kita ambil untuk 10 peralatan kelas 1A yg diganti dg peralatan aspal bisa menghasilkan margin keuntungan maksimal $1000 ribu atau $1 juta. Jadi kemungkinan biaya sogok maksimal mencapai $80 ribu (satu peralatan) x 10 = $800 ribu. Supllier masih ngiler dengan keuntungan $200 ribu. Perjudian lain yg bikin kepala supplier menjadi panas-dingin adalah dia mengganti 10 peralatan yang fungsinya kelas 1A. Pemeriksaan awal dilakukan bagian-per-bagian. Pada pemeriksaan berikutnya, dilakukan pemeriksaan integrasi kemudian dilanjutkan uji fungsi. Pada saat uji integrasi, penyimpangan elektrik menjadi makin kuat dan makin jauh dari batas kriteria, karena beberapa sebab dalam integrasi sistem; (a) ada peralatan aspal yg terhubung dengan peralatan aspal lain sehingga penyimpangan elektrik makin berlipat atau (b) peralatan aspal tidak kompatible dengan peralatan asli, (c) meskpun peralatan aspal kompatibel, penyimpangan awal sekecil apapun akan tetap ada dan akan selalu menguat setelah melewati peralatan asli lainnya. Dengan demikian, masih diperlukan dana dambahan untuk melobi teknisi uji integrasi yang dilakukan oleh Bapeten dan IAEA. Kembali ke asumsi awal, sisa dana keuntungan perilaku korupsi supplier adalah sekitar $200 ribu. Kelihatan mustahil, para teknisi bisa disogok dengan semua sisa dana $200 ribu mengingat penyimpangan elektrik akibat pemasangan 10 peralatan aspal menjadi berlipat-lipat. Perjudian supplier berubah menjadi kepastian KERUGIAN dipihak supplier, karena selama proses pengujian awal sudah terjadi keterlambatan jadwal karena waktu lobi dan uji ulang. Terlambat 1-2 hari tidak berdampak signifikan. Pada pengujian awal, paling tidak ada keterlambatan operasi selama 1 mingu. Kemudian keterlambatan jadwal operasi makin menjadi-jadi saat ada temuan penyimpangan elektrik yang lebih besar. Meskipun supplier berusaha tetap melobi dengan semua uang sogok $200 ribu, keterlambatan jadwal operasi akan mundur paling tidak 1 bulan. Dan berdasarkan kontrak, kerugian operator akibat keterlambatan jadwal operasi karena kelalaian supplier, bebar kerugian akan diberikan ke pihak supplier. Operasi mundur 1 bulan sama dengan operator kehilangan penghasilan menjual 1000 MWe x 20 jam x 30 hari dikurangi biaya bahan bakar = sekitar $5 juta. ::: Dengan demikian, meskipun perilaku korupsi berhasil dilakukan oleh supplier yang berusaha menyogok aparat Bapeten dan IAEA, bukan keuntungan yang akan diperoleh, tetapi kerugian minimal $5 juta. Kalau kemunduran jadwal operasi makin bertambah, maka kerugian ini juga akan bertambah. ::: Bagaimana pendapat masyarakat , APAKAH PERLIKU KORUPSI SANGAT SEMPIT ATAU LEBAR PADA PEMBANGUNAN PLTN? saya jamin perkiraan/asumsi ini termasuk paling valid dari semua perkiraan/asumsi yg ada (kalau ada).
2. Membangun PLTN = membangun reaktor Chernoyl yang setiap saat bisa meledak
Reaktor Chernobyl di Rusia termasuk jenis PLTN yang bisa melakukan penelitian sehingga daya akan bervariasi naik turun sesuai dengan permintaan penelitian. Reaktor riset umumnya memang meliuk-likukan daya reaktor bagai pesawat tempur yang menaik-turunkan ketinggian. Kemudian kecepatan reaksi nuklir (teknis: ditentukan oleh besaran reaktivitas positif) pada reaktor Chernobyl sangat cepat dan hambatan yang melawan kecepatan reaksi nuklir secara alamiah hampir tidak ada (teknis: total reaktivitas terhadap kenaikan suhu adalah positif). Sehingga setiap kenaikan suhu reaktor, kecepatan reaksi nuklir alamiah menjadi lebih cepat. Sebelum ledakan, gas Hidrogen terbentuk dari terurainya pengingin air (H2O) menjadi has H dan gas O2 oleh panas yg sangat tinggi. Pelindung reaktor berupa sungkup tidak dimiliki oleh reaktor Chernobyl sehingga ledakan Hidrogen tidak bisa ditahan oleh banguna reaktor.
Pada PLTN yang akan dibangun di Indonesia, tidak memiliki satupun ciri kelemahan PLTN yg dimiliki oleh reaktor Chernobyl. PLTN dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik yg digunakan untuk pabrik, rumah, maupun transportasi. Sehingga PLTN selalu beroperasi pada daya yg ditentukan dalam waktu yg sangat lama (18-24 bulan) mirip pesawat komersil berbadan besar yg terbang pada ketinggian tertentu. Tidak ada penelitian dengan menaikkan/menurunkan daya secara ekstrim selama operasi normal. Kemudian, PLTN memiliki kecepatan reaksi nuklir yang sangat lambat, sehingga setiap penyimpangan atau gejala kecelakaan akan memberikan waktu yang sangat panjang untuk operator dalam menanggulangi atau meminimalkan dampak kecelakaan. Kecepatan reaksi nuklir dalam PLTN akan semakin lambat bila suhu reaktor meningkat, bahkan pada kasus suhu reaktor meningkat secara drastis, kecepatan reaksi nuklir bisa berbalik gembos pada suhu tinggi melewati suhu operasi, daya akan turun drastis dan kemudian reaktor mati (shutdown). Sehingga kecelakaan seperti Chernobyl tdk mungkin terjadi pada PLTN jaman sekarang. Kalaupun PLTN terlalu panas, gas Hidrogen akan terbentuk dalam jumlah sedikit karena reaktor sudah mati, didingin dari dalam dengan injeksi pendingin dalam jumlah besar, dan didinginkan dari luar dengan menyemprotkan spray air ke udara di atas tangki reaktor. Meskipun ledakan gas Hidrogen terjadi sebesar ledakan Chernobil, ledakan ini akan ditahan oleh sungkup PLTN. Sungkup PLTN juga tahan terhadap tabrakan pesawat terbang. Ini-lah yg dimaksud dengan pertahanan berlapis pada PLTN dilengkapi dengan keselamatan pasif. ::: Membangun PLTN = membangun PLTU.
3. Bahaya kebocoran radiasi terhadap kesehatan, terutama penyakit kanker
4. Indonesia masih mempunya sumber energi lainnya yang berlimbah seperti air, geotermal, surya dll.
Indonesia memamh terlihat kaya akan energi, tapi kalau kita menghitung dengan cermat, kekayaan ini akan berbalik dengan kemiskinan energi pada masa mendatang. Kita bisa menghitung secara global kebutuhan energi listrik di Indonesia (kebutuhan energi transportasi lebih ekspansif).
–> Tahun 2010 demand listrik 34 GW (daya PLT terpasang 29 GW)
–> asumsi pertumbuhan listrik 7%.
–> asumsi sekitar 42% rakyat belum menikmati listrik, mrk berhak subsidi listrik juga juga.
Maka kebutuhan listrik tahun 2025 dan 2050.
——-
Tahun 2025 perlu listrik 94 GWe
– jumlah penduduk versi PBB 245 juta jiwa
– perlu ratusan PLTU baru
– batubara pada puncak produksi, minyak habis
– geothermal tumbuh stabil = industri PLTG cerah
– harga sel surya murah, PLT surya Rp 1200/KWe,
– perlu menutupi seluruh kodya bandung untuk produksi 1 GWe
– 2-4 PLTN beroperasi
– TOTAL tersedia daya terpasang 75 GWe
Tahun 2050 perlu lebih dari 500 GWe
– jumlah penduduk versi PBB 275 juta jiwa
– banyak PLTU tua perlu diganti baru,
– perlu ratusan PLTU baru
– batubara + minyak habis
– geothermal tumbuh stabil = industri PLTG cerah,
– PLTG maksimal memasok 40 GWe
– harga sel surya murah, PLT surya Rp 800/KWe,
– surya maksimal memasok 20 GWe
– 40 PLTN beroperasi, maksimal memasok 50 GWe
– TOTAL tersedia daya terpasang 275 GWe
(dihitung dg asumsi 42% rakyat yg masih belum menikmati listrik krn PLN tidak mampu memenuhi beban listrik yg terpasang, apalagi memasang beban listrik baru).
Transmisi listrik pada tahun 2025 berlipat 3x
————
Kesimpulan, energi di Indonesia masih suram meski ada PLTN, banyak pemadaman listrik. Tapi kondisi akan makin parah bila tanpa PLTN.
Sekarang dimana peranan kita ? membantu atau merusak ? LSM anti-nuklir memiliki support dana yang tidak transparan, meskipun UU keterbukaan info sudah berlaku sejak 31 Maret 2010. Masyarakat PLTN bisa menggugat balik mereka.
do you know about nuclear reaction and it’s efect??maybe you can explain, so that you will know how it so usefull for us