<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MetNet Opinions</title>
	<atom:link href="http://metnet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metnet.wordpress.com</link>
	<description>a perspective view for analyzing nuclear power plant</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 07:50:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='metnet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MetNet Opinions</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://metnet.wordpress.com/osd.xml" title="MetNet Opinions" />
	<atom:link rel='hub' href='http://metnet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gerakan Anti-PLTN = Black campaign</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2010/06/12/gerakan-anti-pltn-tidak-logis/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2010/06/12/gerakan-anti-pltn-tidak-logis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 05:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Experiments]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Gerakan anti-PLTN yang menguat di tanah air selalu disponsori oleh lembaga swadaya masayarakat. Alasan penolakan PLTN adalah: (1) ancaman prilaku korupsi yang membahayakan PLTN, (2) membangun PLTN = membangun reaktor Chernoyl yang setiap saat bisa meledak, (3) bahaya kebocoran radiasi terhadap kesehatan, terutama penyakit kanker, dan (4) Indonesia masih memiliki energi alternatif lain yang banyak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=155&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://nuclearpoweryesplease.org/en/Nuclear%20Power%20Yes%20Please%20%28128x128%29.png"><img class="alignleft size-full wp-image-107" title="PLTN" src="http://nuclearpoweryesplease.org/en/Nuclear%20Power%20Yes%20Please%20%28128x128%29.png" alt="" width="128" height="128" /></a>Gerakan anti-PLTN yang menguat di tanah air selalu disponsori oleh lembaga swadaya masayarakat. Alasan penolakan PLTN adalah: (1) ancaman prilaku korupsi yang membahayakan PLTN, (2) membangun PLTN = membangun reaktor Chernoyl yang setiap saat bisa meledak, (3) bahaya kebocoran radiasi terhadap kesehatan, terutama penyakit kanker, dan (4) Indonesia masih memiliki energi alternatif lain yang banyak. Beberapa isu pokok lain masih ada, tapi meyakinkan masyarakat terhadap 4 hal ini adalah kunci pokok.</p>
<p><span id="more-155"></span>1. Ancaman perilaku korupsi yang membahayakan keselamatan operasi PLTN</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia merupakan surga bagi para koruptor. Indeks korupsi oleh beberapa lembaga internasional selalu menempatkan negara kita dalam 10 besar negara terkorupsi, bahkan beberapa kali mejadi no.1. Ancaman perilaku korupsi pada saat pembangunan PLTN akan memperngaruhi kualitas peralatan. Standar kriteria peralatan PLTN telah ditetapkan dengan sangat detail, baik standar IEC maupun ISO. Kedua standar saling mereferensi dan mengikuti panduan IAEA dalam dokumen teknis. Ada puluhan dokumen standar yg harus dipenuhi oleh supplier PLTN. Secara garis besar, untuk peralatan yg kelas 1A, harganya sangat mahal dan digunakan secara bersamaan dalam PLTN dg prinsip ganda (redundansi). Sehingga saat pembangunan PLTN, perilaku korupsi akan berusaha mengganti peralatan kelas 1A dengan peralatan aspal sejenis yg hanya mampu memenuhi persyaratan kelas 1B atau bahkan persyaratan kelas yg lebih rendah, karena harganya lebih murah. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan dari penurunan biaya kontruksi. Sehingga ratusan ribu dollar bisa dikantongi oleh supplier. Kemudian dengan teknisi yang handal, seluruh pekerjaan konstruksi bisa diselesaikan dengan baik dan rapi. Pada saat proses ijin operasi PLTN, badan regulasi BAPETEN dan IAEA, secara bersama-sama atau terpisah akan melakukan pemeriksaan. Supplier ternyata berhasil melewati pemeriksaan awal berupa pemeriksaan dokumen serial number yg tertera pada peralatan. Mungkin supplier sudah pengalaman membangun PLTN dan melakukan cloning serial number pada peralatan kelas 1A. Pada saat pengujian teknis baik berupa pemeriksaan visual maupun demonstrasi uji fungsi awal, supplier berusaha menyogok petugas lokal supaya mengabaikan hasil uji elektrik peralatan aspal yang terlihat agak berbeda dg peralatan yg asli. Namun ternyata, data digital pemeriksaan awal ini juga akan diperiksa oleh teknisi IAEA. Kalau asumsi supplier benar-benar pelobi ulung tingkat dunia, dia berusaha mendekati teknisi IAEA dg tawaran uang yg lebih besar lagi, mungkin $ 20-50 ribu tidak cukup. Saat itulah perjudian dimulai. Koruptor dimanapun memang hobi berjudi, baik berjudi terhadap hasil pemeriksaan, maupun berjudi dalam arti sebenarnya, termasuk berjudi terhadap hasil sepak bola Piala Dunia Afsel 2010. Peralatan aspal tentu tidak bisa memenuhi kriteria elektrik kelas 1A dan hal ini pasti sudah ditemukan oleh teknisi pemeriksa Bapeten, kemudian diklarifikasi oleh teknisi IAEA. PErjudian yg terjadi, apakah uang yg dikeluarkan untuk menyogok lebih kecil dari selisih harga yg dikorupsi ? Asumsi bisa kita ambil untuk 10 peralatan kelas 1A yg diganti dg peralatan aspal bisa menghasilkan margin keuntungan maksimal $1000 ribu atau $1 juta. Jadi kemungkinan biaya sogok maksimal mencapai $80 ribu (satu peralatan) x 10 = $800 ribu. Supllier masih ngiler dengan keuntungan $200 ribu. Perjudian lain yg bikin kepala supplier menjadi panas-dingin adalah dia mengganti 10 peralatan yang fungsinya kelas 1A. Pemeriksaan awal dilakukan bagian-per-bagian. Pada pemeriksaan berikutnya, dilakukan pemeriksaan integrasi kemudian dilanjutkan uji fungsi. Pada saat uji integrasi, penyimpangan elektrik menjadi makin kuat dan makin jauh dari batas kriteria, karena beberapa sebab dalam integrasi sistem; (a) ada peralatan aspal yg terhubung dengan peralatan aspal lain sehingga penyimpangan elektrik makin berlipat atau (b) peralatan aspal tidak kompatible dengan peralatan asli, (c) meskpun peralatan aspal kompatibel, penyimpangan awal sekecil apapun akan tetap ada dan akan selalu menguat setelah melewati peralatan asli lainnya. Dengan demikian, masih diperlukan dana dambahan untuk melobi teknisi uji integrasi yang dilakukan oleh Bapeten dan IAEA. Kembali ke asumsi awal, sisa dana keuntungan perilaku korupsi supplier adalah sekitar $200 ribu. Kelihatan mustahil, para teknisi bisa disogok dengan semua sisa dana $200 ribu mengingat penyimpangan elektrik akibat pemasangan 10 peralatan aspal menjadi berlipat-lipat. Perjudian supplier berubah menjadi kepastian KERUGIAN dipihak supplier, karena selama proses pengujian awal sudah terjadi keterlambatan jadwal karena waktu lobi dan uji ulang. Terlambat 1-2 hari tidak berdampak signifikan. Pada pengujian awal, paling tidak ada keterlambatan operasi selama 1 mingu. Kemudian keterlambatan jadwal operasi makin menjadi-jadi saat ada temuan penyimpangan elektrik yang lebih besar. Meskipun supplier berusaha tetap melobi dengan semua uang sogok $200 ribu, keterlambatan jadwal operasi akan mundur paling tidak 1 bulan. Dan berdasarkan kontrak, kerugian operator akibat keterlambatan jadwal operasi karena kelalaian supplier, bebar kerugian akan diberikan ke pihak supplier. Operasi mundur 1 bulan sama dengan operator kehilangan penghasilan menjual 1000 MWe x 20 jam x 30 hari dikurangi biaya bahan bakar = sekitar $5 juta. ::: Dengan demikian, meskipun perilaku korupsi berhasil dilakukan oleh supplier yang berusaha menyogok aparat Bapeten dan IAEA, bukan keuntungan yang akan diperoleh, tetapi kerugian minimal $5  juta. Kalau kemunduran jadwal operasi makin bertambah, maka kerugian ini juga akan bertambah. ::: Bagaimana pendapat masyarakat ,  APAKAH PERLIKU KORUPSI SANGAT SEMPIT ATAU LEBAR PADA PEMBANGUNAN PLTN? saya jamin perkiraan/asumsi ini termasuk paling valid dari semua perkiraan/asumsi yg ada (kalau ada).</p>
<p>2. Membangun PLTN = membangun reaktor Chernoyl yang setiap saat bisa meledak</p>
<p style="text-align:justify;">Reaktor Chernobyl di Rusia termasuk jenis PLTN yang bisa melakukan penelitian sehingga daya akan bervariasi naik turun sesuai dengan permintaan penelitian. Reaktor riset umumnya memang meliuk-likukan daya reaktor bagai pesawat tempur yang menaik-turunkan ketinggian. Kemudian kecepatan reaksi nuklir (teknis: ditentukan oleh besaran reaktivitas positif) pada reaktor Chernobyl sangat cepat dan hambatan yang melawan kecepatan reaksi nuklir secara alamiah hampir tidak ada (teknis: total reaktivitas terhadap kenaikan suhu adalah positif). Sehingga setiap kenaikan suhu reaktor, kecepatan reaksi nuklir alamiah menjadi lebih cepat. Sebelum ledakan, gas Hidrogen terbentuk dari terurainya pengingin air (H2O) menjadi has H dan gas O2 oleh panas yg sangat tinggi. Pelindung reaktor berupa sungkup tidak dimiliki oleh reaktor Chernobyl sehingga ledakan Hidrogen tidak bisa ditahan oleh banguna reaktor.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada PLTN yang akan dibangun di Indonesia, tidak memiliki satupun ciri kelemahan PLTN yg dimiliki oleh reaktor Chernobyl. PLTN dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik yg digunakan untuk pabrik, rumah, maupun transportasi. Sehingga PLTN selalu beroperasi pada daya yg ditentukan dalam waktu yg sangat lama (18-24 bulan) mirip pesawat komersil berbadan besar yg terbang pada ketinggian tertentu. Tidak ada penelitian dengan menaikkan/menurunkan daya secara ekstrim selama operasi normal. Kemudian, PLTN memiliki kecepatan reaksi nuklir yang sangat lambat, sehingga setiap penyimpangan atau gejala kecelakaan akan memberikan waktu yang sangat panjang untuk operator dalam menanggulangi atau meminimalkan dampak kecelakaan. Kecepatan reaksi nuklir dalam PLTN akan semakin lambat bila suhu reaktor meningkat, bahkan pada kasus suhu reaktor meningkat secara drastis, kecepatan reaksi nuklir bisa berbalik gembos pada suhu tinggi melewati suhu operasi, daya akan turun drastis dan kemudian reaktor mati (shutdown). Sehingga kecelakaan seperti Chernobyl tdk mungkin terjadi pada PLTN jaman sekarang. Kalaupun PLTN terlalu panas, gas Hidrogen akan terbentuk dalam jumlah sedikit karena reaktor sudah mati, didingin dari dalam dengan injeksi pendingin dalam jumlah besar, dan didinginkan dari luar dengan menyemprotkan spray air ke udara di atas tangki reaktor. Meskipun ledakan gas Hidrogen terjadi sebesar ledakan Chernobil, ledakan ini akan ditahan oleh sungkup PLTN. Sungkup PLTN juga tahan terhadap tabrakan pesawat terbang. Ini-lah yg dimaksud dengan pertahanan berlapis pada PLTN dilengkapi dengan keselamatan pasif. ::: Membangun PLTN = membangun PLTU.</p>
<p>3. Bahaya kebocoran radiasi terhadap kesehatan, terutama penyakit kanker</p>
<p>(<a href="http://metnet.wordpress.com/2008/02/21/era-nuklir-ke-dua-segera-dimulai/" target="_self">lihat artikel sebelumnya</a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>4. Indonesia masih mempunya sumber energi lainnya yang berlimbah seperti air, geotermal, surya dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia memamh terlihat kaya akan energi, tapi kalau kita menghitung dengan cermat, kekayaan ini akan berbalik dengan kemiskinan energi pada masa mendatang. Kita bisa menghitung secara global kebutuhan energi listrik di Indonesia (kebutuhan energi transportasi lebih ekspansif).<br />
&#8211;&gt; Tahun 2010 demand listrik 34 GW (daya PLT terpasang 29 GW)<br />
&#8211;&gt; asumsi pertumbuhan listrik 7%.<br />
&#8211;&gt; asumsi sekitar 42% rakyat belum menikmati listrik, mrk berhak subsidi listrik juga juga.<br />
Maka kebutuhan listrik tahun 2025 dan 2050.<br />
&#8212;&#8212;-<br />
Tahun 2025 perlu listrik 94 GWe<br />
&#8211; jumlah penduduk versi PBB 245 juta jiwa<br />
&#8211; perlu ratusan PLTU baru<br />
&#8211; batubara pada puncak produksi, minyak habis<br />
&#8211; geothermal tumbuh stabil = industri PLTG cerah<br />
&#8211; harga sel surya murah, PLT surya Rp 1200/KWe,<br />
&#8211; perlu menutupi seluruh kodya bandung untuk produksi 1 GWe<br />
&#8211; 2-4 PLTN beroperasi<br />
&#8211; TOTAL tersedia daya terpasang 75 GWe</p>
<p>Tahun 2050 perlu lebih dari 500 GWe<br />
&#8211; jumlah penduduk versi PBB 275 juta jiwa<br />
&#8211; banyak PLTU tua perlu diganti baru,<br />
&#8211; perlu ratusan PLTU baru<br />
&#8211; batubara + minyak habis<br />
&#8211; geothermal tumbuh stabil = industri PLTG cerah,<br />
&#8211; PLTG maksimal memasok 40 GWe<br />
&#8211; harga sel surya murah, PLT surya Rp 800/KWe,<br />
&#8211; surya maksimal memasok 20 GWe<br />
&#8211; 40 PLTN beroperasi, maksimal memasok 50 GWe<br />
&#8211; TOTAL tersedia daya terpasang 275 GWe<br />
(dihitung dg asumsi 42% rakyat yg masih belum menikmati listrik krn PLN tidak mampu memenuhi beban listrik yg terpasang, apalagi memasang beban listrik baru).</p>
<p><img class="aligncenter" title="Transmisi listrik raksasa berkapasitas besar" src="http://u.kaskus.us/3/87ixdiv9.jpg" alt="" width="600" height="450" />Transmisi listrik pada tahun 2025 berlipat 3x</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Kesimpulan, energi di Indonesia masih suram meski ada PLTN, banyak pemadaman listrik. Tapi kondisi akan makin parah bila tanpa PLTN.</p>
<p>Sekarang dimana peranan kita ? membantu atau merusak ? LSM anti-nuklir memiliki support dana yang tidak transparan, meskipun UU keterbukaan info sudah berlaku sejak 31 Maret 2010. Masyarakat PLTN bisa menggugat balik mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=155&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2010/06/12/gerakan-anti-pltn-tidak-logis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuclearpoweryesplease.org/en/Nuclear%20Power%20Yes%20Please%20%28128x128%29.png" medium="image">
			<media:title type="html">PLTN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://u.kaskus.us/3/87ixdiv9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Transmisi listrik raksasa berkapasitas besar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Ekonomi Sederhana PLTN Bagian-2</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2010/01/11/dampak-ekonomi-sederhana-pltn-bagian-2/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2010/01/11/dampak-ekonomi-sederhana-pltn-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 13:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[blue energy]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan sebelumnya, saya mencoba menghitung dampak ekonomi PLTN berupa potensi penambahan putaran uang dengan metode sederhana di sekitar PLTN. Hasil yang diperoleh cukup besar, yaitu tambahan fresh money IDR 75 milyar per-bulan per-PLTN, dengan asumsi yang sangat minimal. Asumsi tersebut bisa dikurangi dengan sangat ekstrem menjadi IDR 25 milyar per-bulan, dan hasilnya masih merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=145&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-107" title="PLTN" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif" alt="" width="128" height="128" />Pada </a><a href="http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/dampak-ekonomi-sederhana-pltn/" target="_blank">tulisan sebelumnya</a>, saya mencoba menghitung dampak ekonomi PLTN berupa potensi penambahan putaran uang dengan metode sederhana di sekitar PLTN. Hasil yang diperoleh cukup besar, yaitu tambahan fresh money IDR 75 milyar per-bulan per-PLTN, dengan asumsi yang sangat minimal. Asumsi tersebut bisa dikurangi dengan sangat ekstrem menjadi IDR 25 milyar per-bulan, dan hasilnya masih merupakan angka yang sangat besar untuk daerah semacam Jepara. Contoh dampak ekonomi adalah PLTN Kashiwazaki Kariwa Jepang yang memiliki lebih dari 10 ribu pekerja + 10 ribu pegawai untuk perbaikan akibat gempa bumi. Kali ini, saya tampilkan contoh lain, yaitu PLTN di kawasan Carolina, USA yang memiliki 12 PLTN.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-145"></span>PLTN di kawasan Carolinas, USA terdapat 7 fasilitas nuklir yang dimiliki oleh 3 perusahaan swasta, yaitu: Duke Energym Progress Energy, dan SCANA. Pembangunan PLTN melibatkan perusahaan-perusahaan raksasa, yaitu AREVA (Prancis), Shaw Group, Flour dan URS. Kemudian manufaktur peralatan PLTN juga melibatkan GE-Hitachi, Westinghouse, dan Siemens. Perusahaan-perusahaan lain juga membuat pompa untuk PLTN, ribuan katub, motor, dll. Kemudian ada banyak perusahaan yang terlibat dalam perawatan PLTN dan pelayanan laboratorium. Kawasan Carolina menghasilkan 11% energi listrik nasional USA atau 51% bagi Sout Carolina (5 PLTN) atau 32% bagi North Carolina (7 PLTN). Jumlah keseluruhan PLTN adalah 12 PLTN. Sumber daya manusia yang bekerja untuk PLTN di kawasan Carolina ini berjumlah total 37.330 pekerja, termasuk pegawai yang menyediakan pelayanan perawatan PLTN. Pajak yang diperoleh pemerintah lokal adalah lebih dari $750 juta (sekitar, IDR7,5 Trilyun, bila $1=IDR10.000). Pengeluaran untuk mengaji semua pegawai mencapai $3.2 Milyar (sekitar IDR 32 Trilyun).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 454px"><img title="Kota Carolina, USA" src="http://www.trinity.edu/org/ics/River-Louisville.jpg" alt="Kota Carolina, USA" width="444" height="300" /><p class="wp-caption-text">Kota Carolina, USA</p></div>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengurangi dampak pemanasan global akibat karbon dalam atmosfer bumi, pemerintah lokal akan membangun 7 PLTN baru dikawasan yang sama atau tapak baru. Dampak dari pembangunan 7 PLTN baru ini akan memerlukan tambahan sumberdaya manusia sebesar 17.000 pegawai dan memerlukan tambahan biaya untuk gaji pegawai sebesar $1.7 Milyar (sekitar IDR 17 Trilyun). Dan tentu saja pajak akan bertambah banyak sehingga pemerintah lokal memiliki kemampuan finansial yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk meski penduduknya sudah sangat sejahtera.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=145&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2010/01/11/dampak-ekonomi-sederhana-pltn-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif" medium="image">
			<media:title type="html">PLTN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.trinity.edu/org/ics/River-Louisville.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kota Carolina, USA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Ekonomi Sederhana PLTN</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/dampak-ekonomi-sederhana-pltn/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/dampak-ekonomi-sederhana-pltn/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 05:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[blue energy]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Experiments]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Dampak ekonomi pembangunan PLTN bagi daerah terpencil pasti sangat signifikan. Saya beranggapan hal ini masih teori. Sesuai denga teori lapangan, proses konstruksi PLTN selama 5 tahun akan melibatkan 100 lebih perusahaan pemasok (supplier) dengan jumlah pekerja sekitar 2000 orang. Setelah PLTN beroperasi, jumlah pegawai akan mencapai 1500 orang yang butuh jajan, makan dan minum, belanja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=125&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-107" title="PLTN" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif" alt="" width="128" height="128" /><span style="color:#0000ff;"><em>Dampak ekonomi pembangunan PLTN bagi daerah terpencil pasti sangat signifikan</em></span>.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Saya beranggapan hal ini masih teori. Sesuai denga teori lapangan, proses konstruksi PLTN selama 5 tahun akan melibatkan 100 lebih perusahaan pemasok (<em>supplier</em>) dengan jumlah pekerja sekitar 2000 orang. Setelah PLTN beroperasi, jumlah pegawai akan mencapai 1500 orang yang butuh jajan, makan dan minum, belanja dll pada saat jam istirahat. Bila menetap di dekat PLTN dan membawa keluarga, tentu biaya belanja akan lebih besar. Potensi ini yang akan saya kaji dengan metode paling sederhana.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif"><span id="more-125"></span>Silahkan dihitung bersama, dengan asumsi gaji minimal IDR 10 juta/bulan dan minimal belanja di lokasi PLTN 40% atau IDR 4 juta/bulan. Sebagai catatan, gaji pegawai PLTN bervariasi antara IDR 10-40 juta/bulan. Asumsi gaji diambil minimal untuk menghitung potensi minimal. Maka potensi minimal belanja yang bisa diserap daerah lokal adalah 1500 pegawai x IDR 4 juta/bulan = IDR 6 milyar/bulan. Perputaran uang IDR 1 milyar/bulan di desa tempat lokasi PLTN untuk kebutuhan hidup primer dan sekunder akan berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahtaraan penduduk setempat apabila tersedia banyak restoran, toko kebutuhan pokok, kedai makan-minum, dsb.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Berdasarkan teori ini, saya coba bandingkan dengan kondisi nyata di kota Kaziwazaki Kariwa, Jepang. Kota kecil ini memiliki PLTN yang pernah menderita karena gempa bumi Niigata yang sangat besar. Kondisi kota luar biasa ramai. Saat jam kantor siang, sesuai dengan teori, semua restoran atau kedai makan-minum penuh dengan pengunjung ibu dan anak. Tapi saya tidak mengamati toko-toko penyedia kebutuhan pokok.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Berbeda dengan kota Takasaki (~100km dari Kariwazaki) dengan jumlah penduduk yang sama, warung tampak sepi sekali saat waktu makan. Kalau gaji pegawai PLTN rata2 di Indonesia 100juta per-tahun, sekitar 1500pegawai x 50juta= 75 milyar akan beredar di warung2, toko2, pedagang2, pasar2 dll. Dampak ini bisa diperluas untuk daerah lain kalau pemda pandai bernegosiasi dg vendor, utiliti/operator dan pusat. Karena ijin dari daerah sangat penting, negosiasi dari pemda sangat diperhatikan, misalnya minta industri lebih dekat, bantuan bangun sekolah, jalan transportasi, jalan kereta api, donatur, sponsor kegiatan sosial, dan untuk biaya fasilitas  sosial lain. Vendor PLTN biasanya dg senang hati mau bantu karena biaya tsb relatif kecil dibandingkan dg biaya konstruksi PLTN dan sangat mendukung fasilitas sosial pegawainya sendiri. Kemudian pihak utiliti/operator juga bisa dinegosiasi. Proyek 10 trilyun besar sekali, tentu 100 milyar terlihat kecil sekali.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Kalau ada kejadian seperti gempa bumi seperti kejadian di Niigata Jepang, PLTN perlu perbaikan dan pegawai berlipat dua, sekitar 3000 orang. Dan kalau di daerah itu ada 7 PLTN seperti site PLTN Kaziwazaki Kariwa di Jepang, berarti perlu lebih dari 20ribu orang. Banyak bagian pekerjaan yg bisa diisikan oleh orang lokal. 7 PLTN dg lebih dari 10 ribu pegawai, perlu 8000 orang lebih dg kualifikasi STM. Padahal jumlah penduduk asli Kasiwazaki hanya sekitar 5 ribu jiwa.</a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:1065px;width:1px;height:1px;">
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Sy pikir PR-kita banyak.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PR paling dasar/sederhana adalah kita harus mempelajari</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">sumber penghasilan kita dg dalam, tdk boleh</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">kalah pengetahuan dg pendatang. Mengundang pendatang</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">untuk ekspert/ngajar/konsultasi bisa jadi jalan tercepat.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Universitas di Irian Jaya lebih baik mendatangkan banyak</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">dosen2 pertambangan dari ITB,UI, UGM atau dosen tamu dari</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">freeport dg bayaran yg baik sekali, kalau perlu salary</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">dg standar internasional. Investasi awal tentu besar,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">demi masa depan. Hal ini bisa direncanakan oleh UNCEN</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">sendiri tanpa campur tangan pemerintah.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Selain itu, . . . masih banyak PR lainnya.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Capek sekali pasti . . . .</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Mungkin, sebisa mungkin, hindari campur tangan pemerintah,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">supaya hasilnya bisa diperkirakan sendiri dan lebih pasti.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; dampak ekonomi kontroversial&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Pangkalan Militer USA</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">USA skr sedang menawarkan pangkalan militer di daerah pasifik,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">tawarannya menggiurkan. 2000 tentara USA berarti gerakan</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">ekonomi yg signifikan untuk daerah yg terpencil disamping</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">guyuran dollar dari pemerintah USA untuk segala biaya sewa.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Tapi pangkalan militer USA punya dampak sosial yg besar juga.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PLTN</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PLTN mirip dg pangkalan militer USA, dampak ekonomi bagi</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">daerah terpencil sangat signifikan. 5 tahun konstruksi</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PLTN akan melibatkan 100 lebih perusahaan supplier dg</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">jumlah pekerja sekitar 2000 orang.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Setelah PLTN beroperasi, jumlah pegawai juga ada sekitar</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">1500 orang yg butuh jajan, makan dan minum, belanja dll.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Kalau ada gempa bumi seperti kejadian di Niigata Jepang,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PLTN perlu perbaikan dan pegawai berlipat dua, sekitar</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">3000 orang. Kalau di daerah itu ada 7 PLTN seperti site</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PLTN Kaziwazaki Kariwa di Jepang, berarti perlu lebih dari</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">20ribu orang. Banyak bagian pekerjaan yg bisa diisikan</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">oleh orang lokal. 7 PLTN dg lebih dari 10ribu pegawai,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">perlu 8000 orang lebih dg kualifikasi STM. Padahal jumlah</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">penduduk asli Kasiwazaki hanya sekitar 5ribu jiwa.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Warung saat jam makan penuh dg ibu+anak, berbeda dg</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">kota Takasaki (~100km dari Kariwazaki)dg jumlah penduduk</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">yg sama, warung tampak sepi sekali saat waktu makan.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Kalau gaji pegawai PLTN rata2 di Indonesia 100juta per-tahun,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">sekitar 1500pegawai x 50juta= 75 milyar akan beredar di</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">waring2, toko2, pedagang2, pasar2 dll.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Dampak ini bisa diperluas untuk daerah lain kalau pemda</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">pandai bernegosiasi dg vendor, utiliti/operator dan pusat.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Krn ijin dari daerah sangat penting, negosiasi dari pemda</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">sangat diperhatikan, misalnya minta industri lebih dekat,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">bantuan bangun sekolah, jalan transportasi, jalan kereta api,</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">donatur, sponsor kegiatan sosial, dan untuk biaya fasilitas</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">sosial lain. Vendor PLTN biasanya dg senang hati mau bantu</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">krn biaya tsb relatif kecil dibandingkan dg biaya konstruksi</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">PLTN dan sangat mendukung fasilitas sosial pegawainya sendiri.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Kemudian pihak utiliti/operator juga bisa dinegosiasi.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Proyek 10 trilyun besar sekali, tentu 100 milyar terlihat</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">kecil sekali.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Terima kasih.</a></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif">Muhammad Subekti</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=125&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/dampak-ekonomi-sederhana-pltn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4d/Nuclear_sign_and_money_simbols.gif" medium="image">
			<media:title type="html">PLTN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Produksi Hidrogen dari Panas PLTN (Bagian 3)</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-3/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 03:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[blue energy]]></category>
		<category><![CDATA[Computer Simulation]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Experiments]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogen]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Produksi Hidrogen (H2) menggunakan reaktor nuklir telah direncanakan 1-2 dekade yang lalu oleh negara-negara maju, jauh sebelum terjadi kenaikan BBM th.2007/2008. Bahkan industri transportasi terutama produsen mobil seperti mazda, toyota, honda, bmw, dll sudah menyelesaikan banyak eksperimen mobil berbahan bakar H2. Reaktor nuklir sangat ideal untuk memproduksi H2 karena murah dalam proses produksi, kapasitas produksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=111&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/h2.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-107" title="H2" src="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/h2.jpeg?w=460" alt=""   /></a>Produksi Hidrogen (H2) menggunakan reaktor nuklir telah direncanakan 1-2 dekade yang lalu oleh negara-negara maju, jauh sebelum terjadi kenaikan BBM th.2007/2008. Bahkan industri transportasi terutama produsen mobil seperti mazda, toyota, honda, bmw, dll sudah menyelesaikan banyak eksperimen mobil berbahan bakar H2. Reaktor nuklir sangat ideal untuk memproduksi H2 karena murah dalam proses produksi,  kapasitas produksi besar sekali,  dan  pencemaran lingkungan yang sangat rendah. Kemungkinan produksi H2 menggunakan reaktor nuklir di Indonesia bisa dikaji melalui pembahasan khusus  HTTR (<em>High Temperature Engineering Tested Reactor</em>) 30 MW di Jepang.</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p style="text-align:justify;">HTTR di Jepang dibangun dengan tujuan utama untuk membangun teknologi reaktor bertemperatur tinggi untuk memproduksi H2. Jepang memulai dengan desain yang sudah ada, yaitu desain HTTR dengan bentuk bahan bakar prismatik hasil pengembangan USA. Selanjutnya Jepang membangun model dan melakukan berbagai eksperimen yang belum dilakukan oleh negara manapun. Salah satunya adalah eksperimen 1 dari 3 pompa pendingin Helium dimatikan. Kemudian dilanjutkan dengan eksperimen 2 dari 3 pompa pendingin Helium dimatikan dan semua pompa pendingin Helium dimatikan. Eksperimen ini dilakukan untuk membuktikan perhitungan thermohidrolik teoritis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya terlibat banyak eksperimen di HTTR selama 4 tahun meliputi eksperimen kecelakaan penarikan batang kendali sehingga daya reaktor melonjak drastis. Eksperimen dilakukan pada daya 9MW, 15MW, dan 18MW dengan variasi kecepatan batang kendali darijumlah penarikan batang kendali. Eksperimen berikutnya adalah mematikan pompa gas pendingin reaktor (Helium) 1 pompa mati &#8211; 3 pompa, 2 pompa mati &#8211; 3 pompa, dan semua pompa mati. Semua eksperimen ini memastikan tingkat akurasi dari perhitungan komputer sehingga proses pengembangan metode komputasi dan numerik memiliki faktor koreksi.</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_129" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/httr_he2.jpg"><img class="size-full wp-image-129" title="Hear Exchanger (Penukar Panas)" src="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/httr_he2.jpg?w=460" alt="Hear Exchanger (Penukar Panas)"   /></a><p class="wp-caption-text">Hear Exchanger (Penukar Panas)</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_131" class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/httr_pump1.jpg"><img class="size-full wp-image-131" title="Pompa Pendingin HTTR (Helium) " src="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/httr_pump1.jpg?w=460" alt="Pompa Pendingin HTTR (Helium) "   /></a><p class="wp-caption-text">Pompa Pendingin HTTR (Helium) </p></div>
<p style="text-align:justify;">Dan berangkat dari semua pengalaman operasi reaktor riset HTTR, proyek dilanjutkan ke skala industri, yaitu membangun VHTR (<em>Very Hight Temperature Reactor</em>) 300MW. Instalasi produksi H2 skala laboratorium juga dikembangkan untuk skala komersial bekerja sama dengan Mistubishi dan Toshiba untuk fabrikasi pabrik Hidrogen. Hasil kunjungan saya ke HTTR Desember 2009, instalasi pabrik Hidrogen mencapai 70% dengan teknik IS yang telah dijelaskan pada Bagian 1 dan Bagian2. Sayang sekali kami dilarang mengambil foto saat kunjungan. Foto yang saya tampilkan adalah foto lama tahun 2003 saat saya melakukan eksperimen.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=111&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2009/12/31/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/h2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">H2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/httr_he2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hear Exchanger (Penukar Panas)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2009/12/httr_pump1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pompa Pendingin HTTR (Helium) </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkiraan Masa Depan PLTN di Indonesia</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2009/11/07/perkiraan-masa-depan-pltn-di-indonesia/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2009/11/07/perkiraan-masa-depan-pltn-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 10:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[blue energy]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogen]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang Kondisi pembangunan energi Indonesia sedang menghadapi tantangan yang berat. Saat ini, permintaan energi (demmand) sedang naik dan produksi energi (supply) juga sedang naik, tapi produksi tidak bisa mengejar permintaan. Tantangan demand-supply kebutuhan listrik masih terlalu sederhana. Sektor transportasi juga berkembang dan ada perubahan dari mode bahan bakar ke arah mode listrik. Kemudian Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=116&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000080;"><strong>Latar Belakang</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2009/11/nuclear_renaissance.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-107" title="nuclear renaissance" src="http://metnet.files.wordpress.com/2009/11/nuclear_renaissance.jpeg?w=460" alt=""   /></a>Kondisi pembangunan energi Indonesia sedang menghadapi tantangan yang berat. Saat ini, permintaan energi (demmand) sedang naik dan produksi energi (supply) juga sedang naik, tapi produksi tidak bisa mengejar permintaan. Tantangan demand-supply kebutuhan listrik masih terlalu sederhana. Sektor transportasi juga berkembang dan ada perubahan dari mode bahan bakar ke arah mode listrik. Kemudian Indonesia berusaha menjadi negara maju atau meningkatkan kesejahtaraan setara dengan negara maju dimana sektor industri sedang mengalami percepatan. Sehingga kebutuhan energi makin sulit dipenuhi. Tantangan ini harus diselesaikan dengan kerja-sama semua pihak.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><span id="more-116"></span><strong>Proyeksi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kebutuhan energi Indonesia telah dianalisis oleh BPPT, LIPI, Pertamina, Dep. Energi dan Sumber Daya Mineral, dan instasi-instansi lain. Bahkan lembaga-lembaga konsultan energi juga melakukan analisis secara independen. Hasil-nya SAMA ! Kebutuhan energi di Indonesia tahun 2025 dan 2050 sulit untuk dipenuhi dengan kondisi seperti sekarang ini. Pada tahun 2025, kita memerlukan produksi listrik sebesar 100 ribu MWe (setara dengan 2000 PLTU kelas 50 MWe). Pada tahun 2050, Indonesia memerluka suplai listrik sebesar 8 kali dari produksi tahun 2010. Padahal, proyeksi tersebut belum memasukkan perubahan mode sektor transportasi ke arah mode listrik, karena suplai energi minyak bumi diproyeksikan sudah habis pada tahun 2020-2025 atau bisa diperpanjang habis tahun 2030 bila ada sumber baru. Kita perlu merubah banyak energi batubara, gas, nuklir ke energi listrik, energi cair, dan energi gas Hidrogen.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Energi Mix</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kebijakan pemerintah Indonesia sejalan dengan rekomendasi dari berbagai institusi yang telah melakukan proyeksi permintaan energi tahun 2025 dan 2050. Kita mengalami kesulitan luar biasa untuk menjadi NEGARA MAJU. Satu hal yang menghalangi kemajuan kita adalah suplai energi. Efisiensi energi bisa kita lakukan dalam 10-20 tahun, tapi sampai kapanpun, permintaan energi dalam negeri sulit untuk dipenuhi dari dalam negeri. Program pembangunan 10.000 MW tahap I yang sebagian besar disuplai dari batubara tidak cukup. Kita memerlukan tahap II dimana 60-70% diharapkan dari energi geotermal.  Dan diharapkan, kita terus membangun 10.000 MW tahap III yang selesai paling cepat tahun 2020. Sehingga pada akhir tahun 2020, total produksi listrik Indonesia total diharapkan mencapai 50.000MW. Padahal hasil proyeksi permintaan listrik tahun 2025 oleh institusi-institusi nasional adalah 100 ribu MWe (lihat bagian proyeksi). Ada MInUS 50 RIBU MWe!  Dan jangan proyeksi 100rb MWe turun. Penurunan proyeksi energi nasional pada tahun 2025 berarti perlambatan peningkatan kesejahteraan atau perlambatan negara kita jadi negara maju. Kalau kita sudah puas dengan kondisi Indonesia 2010, proyeksi permintaan energi nasional 2025 bisa dikoreksi menjadi 60-70 rb MWe.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Peranan PLTN</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Melihat proyeksi berbagai institusi nasional dan internasional (Indonesia Energy Outlook), hasil proyeksi memiliki kepercayaan (confidence) yang sangat tinggi, karena hasil benchmarking sangat bagus. Pada dasarnya, kesalahan proyeksi mungkin salah dan hal tersebut bukan hal pokok. Kita perlu landasan yang bisa kita percayai bersama atau memiliki nilai kepercayaan yang terbaik. Oleh karena itu, kebijakan ENERGI MIX oleh pemerintah Indonesia adalah kebijakan terbaik dan wise dimana kita harus mengejar ketertinggalan kita dalam SEMUA SEKTOR ENERGI. Energi nuklir bukan penyelesaian dari permintaan energi di Indonesia pada masa mendatang. Tapi kita memerlukan PLTN untuk membantu memenuhi permintaan permintaan energi nasional bersama-sama dengan sumber energi lainnya, sudah tentu sektor energi terbarukan harus dibangun maksimal meskipun harganya 2-3 kali dari harga PLTN.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Kebijakan Energi Indoensia</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dengan asumsi permintaan energi yang naik berarti kondisi ekonomi juga naik, maka tidak berlebihan bahwa implikasi dari pembangunan pembangkit listrik dan pabrik produksi energi memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah perlu mendukung industri energi nasional. Kalau bisa sekali dayung, 2-3 pulau terlampai. Misalnya dengan memberikan semacam keringan pajak bagi industri yang memiliki kandungan lokal lebih dari 30% pada tahun 2015 dan peraturan pemerintah bisa dikoreksi bagi pemberian keringanan pajak bagi industri dengan kandungan lokal 50% pada tahun 2025. Kebijakan pemerintah Indonesia terhadap pengembangan PLTN perlu saya sampaikan dalam topik tersendiri.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Perkiraan Kebutuhan PLTN</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pada tahun 2025, sebenarnya permintaan listrik Indonesia tanpa PLTN sudah MINUS 20 ribu MWe dengan asumsi kondisi ekonomi Indonesia sama dengan tahun 2010. Dan berdasarkan kondisi kemampuan dalam negeri dalam membangun PLTN, kita hanya mampu membangun maksimal 4 pLTN, total 4 ribu MWe atau 4% dari kebutuhan listrik nasional pada tahun 2025. Kita bisa melakukan proyeksi kebutuhan PLTN pada tahun 2050 (200 ribu MWe) untuk mencari landasan kebijakan pembangunan PLTN pada masa sekarang ini. Bila kita proyeksikan bahwa kebutuhan PLTN tahun 2050 adalah 10-20 PLTN atau 10-20% kebutuhan listrik nasional (tergantung dari asumsi produksi listrik dari batubara, minyak bumi habis, dan keterbatasan gas), maka Indonesia HARUS MEMBELI lisensi PLTN tipe PWR dari perusahaan ternama dari negara USA, Prancis atau Rusia. Kebijakan Jepang melakukan transfer teknologi dari General Elektrik ke PLTN tipe BWR oleh Toshiba dan Hitachi, kemudian PWR Westinghouse oleh Mistubishi dan Toshiba, dan juga pemerintah Korea Selatandan Cina yang melakukan hal yang sama, yaitu transfer teknologi CANDU, PWR Westinghouse, BWR General Elektrik, adalah skema yang PERLU DICONTOH. PLTN Jepang pertama memiliki kandungan lokal 10% dan PLTN ke-2 adalah 30%. 5 PLTN pertama di Cina memiliki kandungan lokal dibawah 10% (CANDU, PWR, VVER etc), dan PLTN berikutnya menuju 100% kandungan lokal dengan Uranium dari Australia. Setelah 20 PLTN beroperasi di Cina, maka Cina akan bebas dari ketergantungan terhadap Uranium karena memperoleh Plutonium yang ada di dalam limbah PLTN. Plutonium ini akan menjadi bahan bakar PLTN tipe fast breeder dan bisa direcycle secara terus menerus (mirip renewable energi).</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Bagaimana Indonesia ?</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=116&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2009/11/07/perkiraan-masa-depan-pltn-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2009/11/nuclear_renaissance.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">nuclear renaissance</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Produksi Hidrogen dari Panas PLTN (Bagian 2)</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2008/06/26/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-2/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2008/06/26/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 09:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[blue energy]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Produksi Hidrogen dari panas PLTN adalah topik terhangat dalam perkembangan PLTN masa depan, terutama PLTN generasi IV. Pemanfaatan panas yang sangat efisien dalam jumlah besar hanya bisa dilakukan oleh rektor nuklir. Pemikiran ini sudah lama dimiliki oleh negara-negara maju khususnya Jepang. Reaktor nuklir untuk produksi listrik (PLTN) tidak semuanya bisa digunakan untuk produksi Hidrogen (H2). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=98&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/gen4.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-107" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/gen4.gif?w=460" alt=""   /></a>Produksi Hidrogen dari panas PLTN adalah topik terhangat dalam perkembangan PLTN masa depan, terutama PLTN generasi IV. Pemanfaatan panas yang sangat efisien dalam jumlah besar hanya bisa dilakukan oleh rektor nuklir. Pemikiran ini sudah lama dimiliki oleh negara-negara maju khususnya Jepang. Reaktor nuklir untuk produksi listrik (PLTN) tidak semuanya bisa digunakan untuk produksi Hidrogen (H2). Hanya beberapa jenis reaktor nuklir yang bisa menghasilkan suhu mendekati 1000 Celcius untuk memproduksi H2.</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/carakerja.gif"><img class="size-thumbnail wp-image-105 alignright" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/carakerja.gif?w=158&#038;h=91" alt="" width="158" height="91" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa reaktor tersebut adalah jenis High Temperature Reactor (HTR) 10 MW di China, High Temperature Engineering Tested Reactor (HTTR) 30 MW  dan Very High Temperature Reactor (VHTR) di Jepang, Gas Turbine Modular Helium Reactor (GT-MHR) di USA dan Rusia, Pebble Bed Modular Reactor (PBMR) di Afrika Selatan dan USA.</p>
<p style="text-align:justify;">Disamping itu masih ada beberapa desain reaktor bersuhu tinggi yang akan dibangun seperti Advanced High Temperature Reactor (AHTR) yang khusus didesain untuk produksi H2.</p>
<p><span id="more-98"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan pengembangan reaktor nuklir baru untuk produksi H2 didasarkan pada kebutuhan dunia terhadap BBM alternatif dimana sumber minyak bumi akan makin berkurang padahal kebutuhan untuk transportasi selalu naik. Harapan terbesar pengganti BBM adalah H2 karena alasan efisiensi, optimasi, dan dampak sosial lingkungan. Biofuel merupakan alternatif lain yg memiliki permasalahan prioritas energi dan pangan. Sedangkan blue-energi memiliki konsep yang sama dg produksi H2 menggunakan reaktor nuklir, yaitu penggunaan metode produksi H2 seperti yang telah dijelaskan pada <a href="http://metnet.wordpress.com/2008/05/29/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-1/">Produksi Hidrogen dari Panas PLTN (Bagian 1)</a></p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/produksih21.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-101" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/produksih21.gif?w=460&#038;h=274" alt="" width="460" height="274" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Gambar di atas memperlihatkan grafik perancanaan jumlah produksi H2 dalam 100 tahun ke depan menggunakan PLTN di Jepang untuk menggantikan BBM. Pada tahun 2030, jumlah kendaraan yang menggunakan fuel-cell akan mencapai 15 juta mobil dan akan meningkat terus sesuai permintaan pasar yang sangat besar.  Estimasi pada gambar ini didasarkan pada asumsi efisiensi produksi H2 sebesar 50% dan kebutuhan setiap mobil adalah 1100 NM3/tahun.</p>
<p>Karakteristik reaktor nuklir yang bisa memproduksi H2 adalah sebaga berikut:</p>
<p>1. HTR, HTTR (High Temperature Engineering Tested Reactor) dan VHTR (Very High Temperature Reactor)</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/skema_httr.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-99" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/skema_httr.gif?w=460&#038;h=356" alt="skema HTTR" width="460" height="356" /></a></p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/vhtr.gif"><img class="alignright size-medium wp-image-106" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/vhtr.gif?w=300&#038;h=273" alt="" width="300" height="273" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Gambar di atas adalah salah satu contoh sistem HTR/HTTR/VHTR yang digunakan untuk produksi H2. HTR di Cina adalah hibah dari Jerman yang sebelumnya sempat ditawarkan kepada Indonesia. Namun Indonesia membatalkan hibah HTR krn. tidak ada dana transportasi jutaan dollar untuk HTR Jerman ke Indonesia selama krismon 1997/1998. Jenis HTR-Jepang (disebut HTTR) memiliki jenis bentuk bahan bakar yg berbeda dengan HTR Cina buatan Jerman. HTR Cina menggunakan bahan bakar berbentuk Pebble-bed sama dengan PMBR yg juga didesain oleh Jerman. Sedangkan HTTR dan VHTR Jepang memiliki bahan bakar berbentuk prismatik mirip dengan bahan bakar di GT-MHR yang didesain oleh USA. Efisiensi sekitar 40%.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa eksperimen dalam kondisi ekstrem didemonstrasikan oleh HTTR yang letaknya di Oarai, Jepang. Eksperimen paling ekstrem adalah 3 pompa sirkulasi utama HTTR dimatikan pada saat daya reaktor 80%. Pada kondisi ini, reaktor nuklir manapun akan otomatis shutdown. Namun panas reaktor harus didistribusikan untuk menghindari pelelehan teras reaktor seperti kecelakaan TMII di USA. Sy memimpin grup instrumentasi dan monitoring yang bertugas mengimplementasikan sistem deteksi secara lebih cepat dari pada sistem manapun (2002-2006). Sayang sekali, sy tdk boleh mempublikasi hasil riset saya.</p>
<p>2. GT-MHR (Gas Turbine Modular Helium Reactor)</p>
<p style="text-align:justify;">GT-MHR didesain oleh Rusia untuk membakar Plutonium yang diambil dari rudal nuklir milik Rusia dan USA.</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/gtmhr2.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-103" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/gtmhr2.gif?w=460" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Umumnya PLTN menggunakan prinsip <a title="Rankine cycle" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rankine_cycle">Rankine cycle</a> tetapi GT-MHR menggunakan prinsip yang berbeda, yaitu  <a title="Brayton cycle" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brayton_cycle">Brayton cycle</a>. Dengan demikian, efisiensi thermal bisa ditingkatkan sampai ke 48% dibandingkan dengan PLTN lain sekitar 32-34%.<a title="Brayton cycle" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brayton_cycle"><br />
</a></p>
<p>3. PBMR (Pebble Bed Modular Reactor)</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/pbmr.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-109" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/pbmr.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/pmbr.gif"><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;">Desain PMBR dilakukan pertama kali oleh Jerman dimana model teras berkembang seperti yang digunakan oleh HTR 10MW di China dan PMBR di Afrika Selatan. Saat ini, perkembangan PBMR secara pesat terjadi di Afsel untuk desalinasi air laut dan pembangkit listrik, kemudian aplikasi produksi H2 dilakukan dalam waktu dekat. Indonesia banyak menaruh perhatian pada PMBR Afsel. Berbagai studi dan kajian PMBR dilakukan oleh Batan (<a title="Hasil kajian HTR oleh Batan" href="http://www.iaea.org/inisnkm/nkm/aws/htgr/abstracts/abst_28031277.html" target="_blank">lihat beberapa hasil kajian Batan</a>). Pendekatan-pendekatan institusi BATAN dengan institusi penelitian HTR luar negeri juga semakin aktif dilakukan, terutama beberapa <em>IAEA technical meeting</em>.  Bahkan Indonesia merupakan anggota       The Technical Working Group on Gas Cooled Reactors (IWG-CGR). 11 anggota IWG-CGR lainnya adalah Cina, Jepang, Prancis, Jerman, USA, Rusia, Inggris, Belanda, Polandia, Swiss, dan Afsel.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertemuan pada peneliti energi bersama presiden SBY juga membahas kajian lanjut ttg produksi H2 dengan berbagai metode disamping membahas biofuel dan energi yang lain. Berdasarkan sejarah perkembangan penelitian HTR Indonesia, saat ini saya pikir Batan sedang meneliti teknologi HTR untuk 4 tujuan sekaligus, yaitu: produksi listrik, produksi H2, desalinasi air laut, dan pemulihan tambang minyak bumi. Namun, berbagai kegagalan sosialisasi di Madura (reaktor nuklir untuk desalinasi air laut) dan di Jepara (reaktor nuklir untuk listrik) adalah kemunduran sektor non-teknis. Meskipun demikian, langkah Indonesia <em>powered by nuclear energy</em> tidak pernah mundur. Ditandai dengan berbagai seminar teknologi nuklir yang semakin menghidupkan jaringan riset nasional, antara Batan, universitas, swasta sektor technical maupun sektor finansial. Mudah-mudahan mimpi-mimpi penguasaan energi nuklir di Indonesia menjadi kenyataan SEGERA.</p>
<p>Pembaca yg budiman, sy ingin membagi pengalaman penelitian di HTR yang akan ditampilkan dalam Produksi Hidrogen dari Panas PLTN (Bagian 3)</p>
<p>Bacaan yang dianjurkan:</p>
<p>1. Nuklir di Indonesia, Agus Mustofa, PADMA press (2007), hal 105: Nuklir di Indonesia diantara perang energi dunia.</p>
<p>2. Indonesia Butuh Nuklir, Agus Mustofa, PADMA press (2006), hal 7: Kata pengantar oleh Mohammad Sobary. &#8220;<span style="color:#0000ff;">Kita sdh terlanjur takut pada hantu, krn begitulah kebudayaan nenek moyang mendidik kita. Tapi kebudayaan hari ini milik kita. Krn itu, tdk bisa dibenarkan lagi memandang nuklir (kebudayaan/teknologi masa kini) sebagai hantu, seperti hantu abad2 yg lalu. Nuklir adalah hantu abad kita. Hantu yg bisa diteliti secara ilmiah. Hantu yg bisa diajak &#8220;berdamai&#8221;. Dan taat di bawa ke laboratorium ilmiah seperti Serpong. Dan dia bisa disuruh melakukan kebaikan bagi dunia serta kemanusiaan. Sebab, kini manusia modern telah memiliki &#8220;mantra&#8221; yg bisa menjinakkannya. Dan menaklukkannya. Kabar dari langit ini begitu menggembirakan. Sayangnya belum banyak diketahui. Kecuali oleh para ahli nuklir dan sejumlah ilmuwan. Termasuk ilmuwan yg bergerak dalam bidang kedokteran dan pertanian. Mereka telah menguasai mantra penjinak nuklir. . . .  Nuklir bisa berbahaya, dan masih bisa menakutkan. Tapi nuklir. sekali lagi masih bisa dijinakkan sejinak siput, dan bisa lembut terhadap kita.&#8221;</span></p>
<p>== PLTN masih menakutkan spt takut hantu ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/metnet.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/metnet.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=98&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2008/06/26/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/gen4.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/carakerja.gif?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/produksih21.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/skema_httr.gif" medium="image">
			<media:title type="html">skema HTTR</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/vhtr.gif?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/gtmhr2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/06/pbmr.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Produksi Hidrogen dari Panas PLTN (Bagian 1)</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2008/05/29/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-1/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2008/05/29/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 07:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[blue energy]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogen]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan naiknya harga crued oil sehingga naiknya harga BBM serta subsidi BBM secara signifikan, membuat peranan BBM alternatif yang lebih murah sangat dibutuhkan. Blue energi sudah lama menjadi salah satu alternatif, namun banyak isu yang membingungkan atau memang direkayasa supaya tidak sukses. Biofuel juga alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan pangan bagi rakyat. Dunia energi selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=79&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h-2.jpg?w=220&#038;h=145" alt="Hydrogen" width="220" height="145" align="left" /> Seiring dengan naiknya harga crued oil sehingga naiknya harga BBM serta subsidi BBM secara signifikan, membuat peranan BBM alternatif yang lebih murah sangat dibutuhkan. Blue energi sudah lama menjadi salah satu alternatif, namun banyak isu yang membingungkan atau memang direkayasa supaya tidak sukses. Biofuel juga alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan pangan bagi rakyat. Dunia energi selalu diarahkan oleh negara maju dari pengguna BBM ke transisi dg metode hibrit, kemudian trend masa depan diarahkan menuju ke Hidrogen. Terbukti dengan dukungan mayoritas industri dunia dalam mendukung regenerasi mesin BBM ke mesin berbahan bakar Hidrogen. Perusahaan-perusahaan produsen mobil sudah mampu membuat mobil berbahan bakar hidrogen dalam skala komersial. Indonesia sebagai negara berkembang, ada baiknya memikirkan skenario terburuk mengikuti trend dunia dan mempelajari produksi Hidrogen disamping terus meneliti blue energy dan biofuel. Trend hidrogen sudah pasti memiliki pengaruh banyak termasuk pergeseran politik pemilik sumber energi dunia.<span id="more-79"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sy ingin membahas dua produksi energi sekaligus yaitu produksi listrik dan hidrogen menggunakan PLTN seperti skema yang tergambar di atas. Salah satu jenis reaktor nuklir yang bisa digunakan untuk kedua hal tersebut adalah generasi ke-4 tipe High Temperature Reactor (HTR) yang memiliki pendingin gas Helium. Ada 3 metode proses produksi Hidrogen yang sangat potensial, yaitu: Advanced Electrolysis, Steam Reforming, dan Sulfur-Iodine water splitting cycle (SI). Advanced Electrolysis dan  Steam Reforming sudah proven. SI sangat menarik krn memproduksi Hidrogen dg efisien dan tanpa limbah CO2.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga metode tsb harus memanfaatkan panas dari reaktor nuklir krn pertimbangan efisiensi tertinggi dan paling ramah lingkungan. Alternatif lain adalah dari pembakaran batubara.</p>
<p>1. Advanced Electrolysis</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-81 aligncenter" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-1.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Electrolysis </em>adalah metode paling umum untuk produksi Hidrogen dengan cara  memisahkan molekul air  menggunakan listrik. Gambar di atas adalah skema proses elektrolisis mnggunakan panas HTR. Reaksi  fundamental  dari metode  ini adalah sebagai berikut: <a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-1-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-82" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-1-1.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Keuntungan metode <em>electrolysis </em>adalah metode sederhana hanya membutuhkan air dan listrik, ramah lingkungan, teknologi sudah proven, tdk tergantung dari bahan fosil (PLTN bis sebagai alternatif). Kesederhanaan plant <em>electrolysis </em>bisa menempatkan pabrik di lokasi pedalaman, krn listrik bisa diproduksi menggunakan generator listrik tapi biaya produksi akan mahal. Kerugian metode ini adalah kebutuhan listrik sangat besar (tanpa PLTN akan sangat tdk efisien dan timbul polusi). Efisiensi 25-45%. Efisiensi bisa meningkat sampai 90% kalau dicouple dengan PLTN.</p>
<p>2. Steam Reforming</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-83" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-2.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Steam reforming</em> adalah metode produksi Hidrogen mnggunakan proses thermo-kimia yang melibatkan gas methane dan uap air pada suhu tinggi. Proses konvensional steam reforming terjadi pada suhu 800-900 Celcius yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil bisa diganti dari PLTN untuk meminimalkan energi-loss dengan cara <em>couple </em>yang memerlukan modifikasi metode. Panas dari pembakaran methane memisahkan molekul uap air menjadi hidrogen seperti reaksi pada Table di bawah. Ada 2 reaksi kimia yang terjadi, pertama adalah reaksi reforming secara endothermic dengan katalis pada suhu tinggi. Kedua adalah reaksi shift secara <em>exothermic</em>.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-2-11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-85" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-2-11.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Keuntungan metode <em>Steam Reforming</em> adalah metode paling efisien sampai saat ini, teknologi sudah proven, dan biaya produksi paling rendah. Kerugian metode ini tanpa menggunakan PLTN adalah ketergantungan pada bahan bakar fosil, menghasilkan CO2. Penggunaan PLTN memungkinkan dengan modifikasi metode seperti skema dibawah. Efisiensi 70%.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-80" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Status metode steam reforming menggunakan PLTN baru pada tahap experimen di Jepang, menggunakan High Temperature engineering Tested Reactor (HTTR).</p>
<p>3. Sulfur-Iodine water splitting cycle (SI)</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-86" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">SI adalah metode produksi Hidrogen dengan siklus pemisahan air secara thermo-kimia, terdiri dari 3 reaksi kimia sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-87" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-1.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sulfur acid</em> dan <em>hydrogen iodide</em> dibentuk dalan reaksi H2O, SO2, dan I2 secara eksothermik. Hidrogen diperoleh dari dekomposisi eksothermik dari <em>hydrogen iodide</em>. Gambar dibawah memperlihatkan diagram aliran proses siklus SI.</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-88" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-2.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">Table  Entalpi dan energi Gips-Free dari siklus SI<a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-90" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-3.jpg?w=460" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Status pemanfaatan siklus SI sampai saat ini masih dalam taraf eksperimen, hanya menggunakan reaktor nuklir yang dirancang co-generasi dengan generator listrik (PLTN), artinya PLTN selain memproduksi listrik, panas sisa digunakan untuk memproduksi Hidrogen. Sebenarnya teknologi SI sudah dikembangkan sejak tahun 1970 oleh General Atom (GA) dengan efisiensi 47% tahun 1978, dan meningkat menjadi 52%, tahun 1980. Berita terkini, GA bekerja sama dengan Japan Atomic Energy Agency (JAEA). Hasilnya adalah rancangan pabrik Hidrogen disebelah gedung HTTR menggunakan siklus SI seperti pada gambar di bawah. Rencana produksi masal pada tahun 2015. Disamping itu, sebuah reaktor nuklir baru Very High Temperature Reactor (VHTR) juga akan dibangun di Jepang untuk keperluan produksi Hidrogen.</p>
<p><a href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/si_plant.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-89" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/si_plant.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Keuntungan metode SI adalah efisiensi tinggi, biaya produksi rendah, ramah lingkungan, tidak tergantung pada bahan fosil krn menggunakan PLTN. Kerugian metode ini adalah penggunaan teknologi ini memerlukan PLTN yang memiliki resistansi masyarakat, tidak ada alternatif menggunakan bahan bakar fosil. Efisiensi sekitar 50%.</p>
<p>Selanjutnya adalah Produksi Hidrogen dari Panas PLTN (Bagian 2)</p>
<p>Bacaan yang dianjurkan:</p>
<p>1. http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogen</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/metnet.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/metnet.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=79&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2008/05/29/produksi-hidrogen-dari-panas-pltn-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hydrogen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-1-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-2-11.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/h2-3-3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/05/si_plant.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jurnal perjalanan nuklir ke Trinity Site, New Mexico, USA</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2008/03/28/jurnal-perjalanan-nuklir-di-trinity-site-new-mexico-usa/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2008/03/28/jurnal-perjalanan-nuklir-di-trinity-site-new-mexico-usa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 04:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[energi alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Experiments]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogen]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan tapak tilas kelahiran bom nuklir dimulai dari kota Alburquerque. Saat duduk dalam bisa paling depan, saya disapa oleh Ben C Benjamin. Satu rombongan dalam satu bis terdiri dari para pakar nuklir dari berbagai negara, kebanyakan dari USA. Tour ke Trinity Site biasanya hanya bisa diadakan oleh instansi tertentu, satu tahun 2X saja. Dalam rombongan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=63&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/ledakan_kecil.jpg?w=279&#038;h=228" alt="Ledakan bom atom pertama, Trinity Site, NM, USA" width="279" height="228" align="left" />Perjalanan tapak tilas kelahiran bom nuklir dimulai dari kota Alburquerque. Saat duduk dalam bisa paling depan, saya disapa oleh Ben C Benjamin. Satu rombongan dalam satu bis terdiri dari para pakar nuklir dari berbagai negara, kebanyakan dari USA. Tour ke Trinity Site biasanya hanya bisa diadakan oleh instansi tertentu, satu tahun 2X saja. Dalam rombongan, termasuk presiden America Nuclear Society (ANS), Ted Quin. Tenyata, Ben Benjamin adalah pemandu tour yang ditunjuk oleh ANS karena pengalaman beliau sebagai anggota Manhattan project dalam proyek eksperimen bom nuklir pertama[<a title="Referensi" href="http://www.sandia.gov/LabNews/LN11-03-00/trinity_story.html">1</a>]. Rekan satu bangku saya adalah peneliti di <a title="Referensi" href="http://www.sandia.gov/">Sadia Laboratorium</a>. Seperti yang kita ketahui, tujuan percobaan ledakan bom atom ini adalah untuk membuat bom atom dari Uranium yang kemudian diledakkan 500 meter di atas kota Hiroshima, Jepang dan mengakhiri perang dunia ke-2.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p><a title="Ketua ANS" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/ketua.jpg"></a></p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/ketua.jpg?w=344&#038;h=497" alt="Ketua ANS" width="344" height="497" align="left" />Sekitar 3 jam setelah berangkat dari kota Alburquerque melalui jalan tol, kemudian keluar dari jalan tol setelah 2 jam perjalanan. Kemudian kami melewati suatu padang gersang yg kiri-kanan-nya yang terlihat tanda larangan masuk ke area tersebut. Kemudian bus menjemput guide bus kami (saya sebut dia: weapon guy) yang bekerja di lokasi miliki USA ARMY ini dimana lokasi seluas kota Tangerang ini untuk pengujian berbagai keperluan militer, terutama roket dan rudal. Nama tempat ini Permanent High Explosive Test Site (PHETS).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sang weapon guy masuk bis, kami melanjutkan perjalanan melewati padang rumput gersang. Pemandangan menarik saat iring-iringan 30 truk menenteng rudal patriot melintas berlawanan arah dengan bus kami. Rudal tsb diuji oleh tentara Jepang, tentu saja setelah membelinya dari Amrik. Menggelikan kata Ben Benjamin, dulu amrik menguji bom Atom di sini untuk mengebom Jepang dan sekarang malah Jepang yg menguji rudal Patriot di sini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , saat itu memang ketegangan antara Jepang &#8211; Korea Utara sedang tinggi setelah Korea Utara melakukan percobaan rudal yang jatuh di laut dekat Jepang. Sehingga hal ini mungkin mendorong Jepang untuk membeli rudal Patriot dalam jumlah besar dari Amrik. Kondisi kontradiksi dalam sejarah, entah apa yang akan terjadi 50 tahun lagi, siapapun sulit menduga.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya dan Ted Quinn tidak banyak berkomunikasi, namun dia tampak ramah ke siapapun, maklum ketua asosiasi ahli nuklir Amrik harus begitu.</p>
<p><a title="Nama kantor" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/test_site.jpg"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/test_site.jpg?w=460" alt="Nama kantor" /></a></p>
<p><a title="Weapon gate" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/gate.jpg"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/gate.jpg?w=460" alt="Weapon gate" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian rombongan memasuki area tempat percobaan pertama bom atom di Trinity Site. Lokasi percobaan dikelilingi pagar dengan peringatan radiasi dan ada tugu/monumen di tengah-tengahnya tempat bom atom meledak. Tampaknya kondisi lingkungan meskipun memiliki paparan radiasi 1.5 mrem/jam, lingkungan telah kembali seperti semula. Sebagai perbandingan tingkat bahaya radiasi; nonton TV 1 mrem/tahun, naik pesawat 2 mrem/2 jam, radiasi dari lingkungan 240 mrem/tahun. Foto lingkungan yang dikelilingi bukit terlihat dibawah. Kegersangan lingkungan memang ciri khas lingkungan Amrik bagian barat.</p>
<p><a title="Lokasi tempat peledakan bom atom pertama" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/lokaso.jpg"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/lokaso.jpg?w=460" alt="Lokasi tempat peledakan bom atom pertama" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/trinity_stone.jpg?w=344&#038;h=223" alt="Batu trinity " width="344" height="223" align="right" />Setelah memasuki area pusat ledakan bom atom pertama, saya berkeliling mengamati lingkungan secara detail untuk mengawati kerusakan. Tidak ada tanda-tanda kerusakan yang signifikan selain kehadiran batu-batu Trinity yang indah. Sayangnya batu trinity dilindungi oleh pemerintah Amrik dan dilarang mengambilnya. Batu tersebut sebenarnya masih memancarkan sinar radiasi alfa, krn terbentuk dari pelelehan debu dan batu saat terjadi ledakan bom atom. Warna batu trinity menarik sekali, tampak kehijau-hijauan sehingga saya ingin memegang dan memotretnya. Suhu panas hasil ledakan bom atom memang luar biasa sehingga batu dan debu bisa meleleh.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/tanaman.jpg?w=344&#038;h=243" alt="" width="344" height="243" align="right" />Tanaman disekitarnya sebagian besar adalah rumput. Meskipun jarang sekali hujan, tumbuhan yg ada tampak tumbuh dengan wajar. Pada gambar pemandangan lokasi ledakan bom atom diatas, terlihat bahwa bukit sekitar ledakan terlihat belang-belang. Hal ini disebabkan pada ketinggian tertentu, tingkat kerusakan akibat ledakan bom atom selalu berbeda sehingga kecepatan pengembalian lingkungan tergambar dari tingkat pertumbuhan rumput pada bukit tersebut. Tanaman lain sejenis juga tumbuh dengan baik seperti tidak pernah ada ledakan nuklir di situ.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditengah-tengah area ledakan berdiri sebuah monumen memperingat kejadian percobaan pertama ledakan bom atom. Saya juga sempat mejeng di depannya dan dalam pikiran terus berpikir kehebatan alam yang mampu kembali seperti semula. Jujur saja, saya hanya kagum dengan fasilitas militer yang memiliki manajemen yang sangat baik sehingga sejarah mencatat kehebatan, keberhasilan, dan kejayaan USA ARMY dalam menghadapi setiap situasi.  Seandainya bangsa Indonesia mahir dalam hal manajemen di segala bidang . . , ups mimpi atau harapan ?</p>
<p><a title="Sedang cerita tentang Trinity Site" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/cerita.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a title="Sedang cerita tentang Trinity Site" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/cerita.jpg"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/cerita.jpg?w=709&#038;h=294" alt="Sedang cerita tentang Trinity Site" width="709" height="294" /></a></div>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/monumen.jpg?w=511&#038;h=341" alt="Tugu monumen bom atom" width="511" height="341" align="left" />Setelah puas berkeliling, kami berfoto bersama dan Ben Benjamin menjelaskan segala sesuatu serta menjawab setiap pertanyaan. Pekerjaan dia dulu adalah anggota USA ARMY dan tergabung dalam Manhattan Project. Tugas Ben adalah menghasilkan foto kualitas tinggi untuk mengukur besanya ledakan dengan pasti sehingga tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh bom atom terukur dengan pasti. Percobaan ledakan 100 ton TNT juga dilakukan disebelah bekas ledakan bom atom untuk membandingkan hasil perhitungan dengan hasil ledakan yang sesungguhnya. Tampak sekali, anggota Manhattan bekerja dengan cermat dan teliti sekali. Bahkan beberapa bunker juga diukur kerusakannya berdasarkan jarak dari pusat ledakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/jarak.jpg?w=368&#038;h=166" alt="" width="368" height="166" align="left" />Hal ini menjawab kenapa bom atom di Hiroshima diledakkan di udara setelah ketinggian mencapai 500 meter. Supaya ledakan bom atom tersebut bisa menghancurkan secara maksimal segala sesuatu dalam radius tertentu termasuk sesuatu yang ada di dalam tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian rombongan kami melanjutkan perjalanan ke tempat peleburan Plutonium pertama. Di tempat itu hanya sebuah rumah tua yang sudah tidak terawat.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/together-copy.jpg?w=366&#038;h=225" alt="" width="366" height="225" align="left" />Terakhir, kami mengunjungi satu-satunya bar/cafe yang ada di kota San Antonio untuk menikmati makanan kesukaan Ben Benjamin dan saya duduk dan makan disebelahnya. Ben bercerita, bar/cafe ini sering dia kunjungi sejak dia bertugas di Manhattan Project (th.1944). Makanan tersedia seperti western food lainnya, burger, hotdog, dengan minuman coke or bir. Akhirnya wajah MetNet terpaksa unveiled di blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai muslim saya tentu memesan makanan kentang telur with no meat and coke, cukup untuk membuat saya kekenyangan karena porsi bule emang gila banyaknya. Tidak saya duga, ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ben dan kamipun memberi selamat kepada-nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/food.jpg?w=457&#038;h=304" alt="" width="457" height="304" align="right" />Rekan2 rombongan banyak yang duduk semeja dan mereka surprise setelah membaca name-tag saya (seperti kebanyakan nama orang muslim lainnya). But no worries, they are so kind. Hanya 2 orang Asia di rombongan tour ini. Seorang lagi adalah exekutif dari Mistubishi yang sering menyendiri, mungkin dia agak kaku mengingat sejarah bom atom selalu terkait dengan kengerian dan kegetiran negaranya yang kalah perang.</p>
<p>Setelah acara selesai, rombongan kembali ke kota Albuquerque, dan saya kembali ke hotel. Besoknya saya berkunjung ke museum bom atom di pinggir kota tua (pusat kota Albuquerque saat ini adalah kota baru).  Tentu banyak foto2 segala macam senjata rudal/bom nuklir.</p>
<p>Referensi:<br />
[1]. http://www.sandia.gov/LabNews/LN11-03-00/trinity_story.html</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/metnet.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/metnet.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=63&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2008/03/28/jurnal-perjalanan-nuklir-di-trinity-site-new-mexico-usa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/ledakan_kecil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ledakan bom atom pertama, Trinity Site, NM, USA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/ketua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ketua ANS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/test_site.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nama kantor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/gate.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Weapon gate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/lokaso.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lokasi tempat peledakan bom atom pertama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/trinity_stone.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Batu trinity </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/tanaman.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/cerita.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sedang cerita tentang Trinity Site</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/monumen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tugu monumen bom atom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/jarak.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/together-copy.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/food.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Persepsi Terhadap Resiko Kecelakaan PLTN</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2008/03/05/kesalahan-persepsi-terhadap-resiko-kecelakaan-pltn/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2008/03/05/kesalahan-persepsi-terhadap-resiko-kecelakaan-pltn/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 03:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Experiments]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Terkait rencana pemerintah tentang pembangunan PLTN, telah terjadi distorsi luar biasa terhadap persepsi resiko kecelakaan PLTN. Bahkan seorang pengamat energi di Mampang Prapatan, Fabby Tumiwa, salah mengartikan &#8220;accident&#8221;. Komentar Fabby Tumiwa bahwa &#8220;. . . ternyata pada tahun 2003 ada kira-kira 40 peristiwa (events) nuclear accident di US saja yang dilaporkan oleh NRCttg accident&#8221; merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=59&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/nonuke.jpg?w=75&#038;h=75" alt="" width="75" height="75" align="left" />Terkait rencana pemerintah tentang pembangunan PLTN, telah terjadi distorsi luar biasa terhadap persepsi resiko kecelakaan PLTN. Bahkan seorang pengamat energi di Mampang Prapatan, Fabby Tumiwa, salah mengartikan &#8220;accident&#8221;. <a href="http://finance.groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/1662">Komentar Fabby Tumiwa</a> bahwa &#8220;<span style="color:#ff6600;">. . . ternyata pada tahun 2003 ada kira-kira 40 peristiwa (<em>events</em>) <em>nuclear accident</em> di US saja yang dilaporkan oleh NRCttg accident</span>&#8221; merupakan <span style="color:#0000ff;">distorsi informasi yang timbul dari kurangnya pemahaman</span>. <span style="color:#008000;">Istilah &#8220;event&#8221; dalam PLTN adalah kejadian penyimpangan suatu paramater dari alat ukur dalam PLTN yang menyimpang dari semestinya (<em>deviation below the scale</em>). Berdasarkan pengalaman operasi PLTN di USA, kejadian ini sering terjadi saat musim dingin atau musim panas dimana terjadi <em>drift error</em> (Lihat: <a href="http://metnet.wordpress.com/2007/09/12/sistem-monitoring-untuk-pltn/">Sistem Monitoring di PLTN</a>). Sedangkan &#8220;accident&#8221; adalah suatu kondisi kecelakaan/kerusakan setelah melalui proses <em>anomaly</em>, dan proses <em>incident</em>. Kondisi <em>event</em> yang terdeteksi oleh sistem monitoring diindikasikan ke arah <em>anomaly </em>setelah melewati batas tertentu. Kondisi anomaly tanpa antisipasi akan menimbulkan <em>incident</em> yang merupakan perambatan <em>event</em> mengarah atau berproses ke kejadian kecelakaan/<em>accident </em>tertentu. Dan selanjutnya, <em>accident </em>adalah kondisi kegagalan suatu <em>instrument </em>yang ditunjukkan oleh beberapa <em>event </em>yang saling berhubungan.</span></p>
<p><span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kesalahan persepsi yang paling utama oleh masyarakat umum adalah resiko kebocoran PLTN sehingga limbah radioaktif yang berumur ribuan tahun mencemari area lingkungan yang sangat luas, apalagi PLTN ditangani oleh negara Indonesia yang mengalami problem kompleks terkait lumpur lapindo, kecelakaan pesawat Garuda, korupsi di kejaksaan agung, ledakan laboratorium Batan, dsb. Kata kunci yang bisa dijadikan landasan pembicaraan antara kalangan pro dan anti-PLTN adalah <strong><span style="color:#ff0000;">resiko</span>, </strong>supaya fokus masalah PLTN memiliki sudut pandang yang sama. Dengan demikian pembahasan berikut tidak akan menyinggung hal teknis lain terkait umur radioaktif, korupsi, human error, dll. Hal terpenting adalah bagaimana bisa/mungkin PLTN terjaga keselamatannya, tidak akan ada yang bocor seumur hidup PLTN.</p>
<p style="text-align:justify;">Inherent Safety<br />
Jaminan bebas resiko adalah dari <em>inherent safety</em> dimana tidak ada di plant manapun di dunia memiliki standart, kelengkapan, teknologi, prosedur, dokumen, <em>learned experiences</em>, dan <em>guide </em>yang sebaik milik PLTN. Dalam skala mikro dari sudut pandang teknologi saja, sebuah reaktor nuklir didesain untuk mengunci semua kemungkinan bahaya pelolosan zat radioaktif dari <em>reactor core</em> pada kondisi apapun, termasuk dioperasikan oleh seorang terorist sekalipun. Kalau mobil, semakin tinggi kecepatan, keselamatannya semakin turun, sedangkan PLTN semakin banyak penarikan batang kendali untuk meningkatkan daya reaktor, daya negatif yang berbalik semakin kuat, sehingga peningkatan daya reaktor hanya bisa dilakukan dengan satu kecepatan tertentu dan sangat pelan. Berbeda sekali dengan mobil bukan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian pada saat kecepatan tinggi, kestabilan mobil sangat rawan kecelakaan. PLTN juga begitu, tetapi tidak sama persis. Pada daya tinggi, panas yang digunakan untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik harus bekerja normal. Kebocoran pendingin reaktor akan membuat panas reaktor tidak terbuang dengan baik. Kalaupun kondisi kecelakaan<em> loos of coolant</em> (LOCA) terburuk terjadi, peranan teknologi <em>inherent safet</em>y sangat berperan dalam menjamin keselamatan PLTN. Bukan teknologi dewa, tetapi hanya teknologi praktis sederhana memanfaatkan prinsip efek Doppler dalam desain bahan bakar reaktor nuklir. Peningkatan suhu bahan bakar  secara drastis (tidak normal) membuat materi dalam bahan bakar bereaksi secara fisika untuk meningkatkan daya negatif melebihi daya positif. Rekaya bahan bakar seperti ini sudah diaplikasikan dalam PLTN, sehingga apapun kecelakaan yang terjadi di PLTN, daya reaktor tetap terkontrol tanpa campur tangan siapapun/apapun sehingga terhindar dari pelelehan bahan bakar.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Apakah teknologi inherent safety dalam bahan bakar tidak membuat kita merasa aman ?</strong></span><br />
Meskipun pelelehan bahan bakar sudah tidak mungkin terjadi semenjak kejadian terakhir di TMII, USA, ada teknologi pelengkap untuk menghindari pelolosan radioaktif kelingkungan. Sel-sel bahan bakar dibungkus dengan <em>cladding</em> yang tahan sampai suhu 2600 derajat Celcius. Cladding juga ditempatkan dalam sebuah <em>reactor core</em> yang dibungkus oleh <em>reactor vessel</em>. Kemudian, <em>reactor vessel </em>dibungkus juga oleh gedung PLTN (<em>primary containment</em>) yang mampu menahan tabrakan pesawat jet F4 Phanthom. Gambar struktur penahan kebocoran radioaktif ada dalam Gambar 1 dibawah.</p>
<p><a title="vessel.gif" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel.gif"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a title="vessel.gif" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel.gif"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel.gif?w=460" alt="vessel.gif" /></a></div>
<div>Gambar 1. Keselamatan berlapis pada PLTN untuk menahan kebocoran radioaktif</div>
<p style="text-align:justify;">Ada juga banyak PLTN yang memiliki 2 betin pengungkung, <em>primary containment </em>dan <em>secondary containtment</em>.  Gambar struktur penahan kebocoran radioaktif dengan double containtment ada dalam Gambar 2 dibawah.</p>
<p><a title="vessel2.jpg" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel2.jpg"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel2.jpg?w=460" alt="vessel2.jpg" /></a></p>
<p>Gambar 2. Keselamatan berlapis pada PLTN untuk menahan kebocoran radioaktif</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap bahan penyusun PLTN selalu diuji kegagalannya dan dirangkai menjadi satu sistem. Antara sistem satu dan lainya saling berintegrasi sehingga angka kegagalan setiap bagian PLTN diakumulasi menjadi satu. Dan standart kegagalan adalah 10E-7 (10 pangkat minus 7). Sebagai perbandingan dengan sistem lain, angka kegagalan pesawat terbang adl. 10E-5 untuk pesawat baru. Pesawat bekas umur 10 tahun sekitar 10E-3.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Apakah teknologi inherent safety dalam bahan bakar tidak membuat kita merasa aman ?</strong></span><br />
Yang pertama kali merasa hal ini belum cukup adalah para expert PLTN sendiri, jauh sebelum masyarakat anti-PLTN mengkuatirkan kebocoran radioaktif meskipun berbagai teknologi menjamin keselamatan PLTN. <em>Independent Society</em> diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengecekan, pemeriksaan, pengujian, dan segala hal terkait keselamatan PLTN. Tentu yang bis melakukannya adalah anggota <em>Independent Society </em>yang memiliki kemampuan teknis dalam keselamatan PLTN. Di Indonesia ada Bapaten berusaha melakukan pembersihan secara besar-besaran terhadap para koruptor dimulai dengan perubahan posisi Kepala Bapeten ke Dr. As Natio Lasman. Kemudian ada Dewan Energi dan berbagai kelengkapan lembaga yang turut menjaga keselamatan PLTN.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Apakah teknologi inherent safety dalam bahan bakar dan partisipasi <em>independent society</em> yang melibatkan ahli nuklir diluar PLTN ini, tidak membuat kita merasa aman ?</strong></span><br />
Setiap anggota IAEA, PLTN yang dimiliki pasti terpasang berbagai alat elektronik canggih termasuk macam-macam kamera, komputer, sensor dll yang selalu hidup untuk mengawasi kerja PLTN. Itupun sebelum PLTN bekerja, inspeksi, penelitian, pengujian, dsb dilakukan oleh IAEA bersama dengan <em>independent society</em>. IAEA selalu menghitung berapa Uranium/Plutonium yang masuk dan keluar. Ketahanan bahan setiap instrumen dan kegagalannya selalu dihitung dengan cermat dan diuji dengan transparan dan terdokumentasi dengan rapi. Setiap kecelakaan PLTN didunia selalu dianalisis untuk selalu memperbaiki dan memperbaiki standart yang sudah ada, sehingga dari hari ke hari problem kebocoran radioaktif semakin terjamin. Apapun korupsi yang terjadi, dan siapapun personel yang menangani PLTN, standart IAEA adalah standart tertinggi yang tidak pernah lolos. Sebelum masyarakat kuatir, IAEA akan menutup suatu PLTN milik anggota IAEA yang tdk memenuhi standart.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Apakah SEMUA INI tidak membuat kita merasa aman ?</strong></span><br />
Bila anda tinggal di Jawa, seharusnya anda lebih mengkuatirkan keselamatan diri sendiri terhadap kecelakaan lalulintas. Kalaupun hal ini dianggap tidak relevan (padahal anti-PLTN selalu membandingkan dengan penanganan Lapindo dll) , di Jawa ada 3 reaktor nuklir untuk keperluan riset. Daya reaktor riset tersebut memang jauh lebih kecil daripada PLTN, namun bukan berarti resiko pelolosan radioaktif dari reaktor riset menjadi lebih kecil dari pada PLTN. PLTN memiliki pelapis keselamatan sesuai urutan sel bahan bakar, <em>cladding</em>,<em> reactor vessel</em>, dan gedung PLTN. Reaktor riset tidak memiliki<em> reactor vessel</em>. Kemudian kalau daya reaktor disamakan dengan kecepatan mobil, pemikiran saya adalah fluks neutron (istilah dlm fisika reaktor) dari reaktor nuklir sepadan dengan volume ruang bakar mesin (cc). Fluks neutron PLTN adalah sekitar 10E+12 (pangkat 12), sedangkan fluks neutron dalam reaktor riset Serpong adalah 10E+14 (100 kali lipat dari PLTN). Dan ada banyak kondisi perbedaan reaktor riset dan PLTN yang dipersepsikan salah oleh masyarakat awam bahwa reaktor riset lebih aman dari pada PLTN. Ingat, reaktor Chernobyl mengalami kecelakaan saat melakukan percobaan yang berbahaya.</p>
<p>Hal lain terkait ketergantungan teknologi, bahan bakar Uranium, dll lebih baik dibahas terpisah supaya lebih fokus.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">MetNet </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/metnet.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/metnet.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=59&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2008/03/05/kesalahan-persepsi-terhadap-resiko-kecelakaan-pltn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/nonuke.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel.gif" medium="image">
			<media:title type="html">vessel.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/03/vessel2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vessel2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Era Nuklir Ke-dua  SEGERA dimulai</title>
		<link>http://metnet.wordpress.com/2008/02/21/era-nuklir-ke-dua-segera-dimulai/</link>
		<comments>http://metnet.wordpress.com/2008/02/21/era-nuklir-ke-dua-segera-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 02:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>metnet</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[muria]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Power news]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pltn]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metnet.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Era Nuklir Ke-dua yang telah dibahas pada saat yang lalu, telah memasuki tahapan realisasi. Berbeda dengan era nuklir pertama dimana pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit listrik didominasi oleh negara-negara barat. Pada era nuklir ke-dua, negara-negara asia seperti China, India, Thailand, Vietnam, dan dua-tiga negara lain akan ikut ambil bagian. Indonesia termasuk dua-tiga negara yg akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=55&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energy.jpg?w=340&#038;h=211" alt="energy" width="340" height="211" align="left" />Era Nuklir Ke-dua yang telah dibahas pada saat yang lalu, telah memasuki tahapan realisasi. Berbeda dengan era nuklir pertama dimana pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit listrik didominasi oleh negara-negara barat. Pada era nuklir ke-dua, negara-negara asia seperti China, India, Thailand, Vietnam, dan dua-tiga negara lain akan ikut ambil bagian. Indonesia termasuk dua-tiga negara yg akan ambil bagian karena penulis merasakan atmosfir kuatnya anti-PLTN di Indonesia yg sebenarnya hanya wasted time. Selain itu, era nuklir ke-dua terasa sekali di negara-negara eropa terkait kekecewaan sektor pembangkit energi terhadap keputusan <em>Europe Commission</em> ttg target pengurangan <em>Carbon Trading</em> pada tahun 2020</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-55"></span>China yg berencana membangun 30-40 PLTN dalam jangka waktu 30 tahun ke depan sudah memulai dengan suatu project prestisius, yaitu membangunPLTN jenis APWR-1000 pertama di dunia. Pembangunan APWR-1000 dengan nama AP-1000 milikWestinghouse dibangun di propinsi paling timur, Zhejiang mulai bulan Maret 2008 dan selesai dalam 3 tahun. Selanjutnya paling tidak pada bulan Agustus 2013 sudah dapat beroperasi secara komersil setelah melakukan berbagai pengujian. Kemudian AP-1000 juga akan dibangun pada tahun berikutnya di propinsi Zhadong.</p>
<p style="text-align:justify;">Thailand juga tidak ketinggalan dalam mengoptimalkan pembangkit listrik di dalam negeri. Thailand mulai melakukan <em>internatioanl bidding</em> pada tahun 2008  yang diikuti oleh Toshiba (Jpn), Mitsubishi(Jpn), Areva (Prancis), dan GE (USA). Konstruksi PLTN pertama Thailand dimulai tahun 2015 dengan dana US$ 1 Milyar. Kamol Takabur (asisten gubernur di EGAT atau PLN-nya Thailand) mengatakan bahwa tanpa PLTN, Thailand akan kehilangan nilai kompetitif dibandingkan dengan dua tetangganya, Indonesia dan Vietnam (yg merancanakan pembangunan PLTN pada saat yg sama).</p>
<p style="text-align:justify;">India akan mendanai pembangunan sebesar US$ 28 Milyar untuk 13 project PLTN yang akan membangkitkan 28 GWe dalam 7 tahun ke depan. Di negara barat, Inggris sudah merencanakan pembangunan PLTN pertama setelah era <em>freezing </em>akibat berita kecelakaan reaktor Chernobyle. Hampir semua negara eropa berpikir kembali ke era nuklir setelah <em>European Commission</em> memutuskan skema <em>Carbon Trading</em> yang baru, yaitu penurunan 20% emisi Carbon pada tahun 2020 yg mengecewakan sektor pembangkit energi.</p>
<p style="text-align:justify;">Posisi Indonesia sungguh teramat sulit dalam usaha membangun PLTN pertama. Gangguan anti-PLTN sangat kuat meskipun jelas sekali kebutuhan energi nuklir di Indonesia seharusnya sudah pada prioritas pertama. Prioritas pertama energi  nuklir dengan melihat kepentingan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel 10.11% ditambah <em>oil fired</em> 10.77% dari 27 GWe <em>energy demand</em>. Pembangunan energi terbarukan (angin, matahari, ombak, air dll) tidak mampu berbuat banyak karena kapasitas nyata sangat kecil untuk mengimbangi <em>energy demand</em> yg naik dan diprediksi mencapai 100 GWe pada tahun 2025. Kebijakan eksport energi batubara dan gas alam serta pembangunan pembangkit di mulut tambang adalah termasuk bagian dari optimasi. Kondisi optimal yang pokok adalah pemanfaatan sumber energi mix seperti yang telah direncanakan oleh pemerintah dimana peran energi terbarukan diharapkan menyumbangkan 4% (4GWe) pada tahun 2025 termasuk PLTN.</p>
<p style="text-align:center;"><a title="komposisi energi sekarang" href="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energi_skr.jpg"><img class="aligncenter" src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energi_skr.jpg?w=460" alt="komposisi energi sekarang" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Komposisi energi Indonesia sekarang adalah seperti gambar di atas dimana penggunaan BBM untuk energi sangat dominan sehingga terjadi pemborosan yang luar biasa saat harga BBM naik. Kenaikan harga BBM dan kenaikan pemakai energi (<em>demand</em>) seharusnya diperkirakan dengan melihat pola-pola berbagai parameter geo-politik dunia serta perilaku konsumen dalam negeri. Namun tidak ada gunanya berpikir ke belakang, hal yg lebih penting adalah optimasi pada masa depan spt yg telah ditetapkan oleh pemerintah. Optimasi komposisi yang direncanakan oleh pemerintah adalah seperti gambar di bawah dimana terjadi keseimbangan yang disebut energi mix. Energi nuklir atau PLTN masuk sebagai bagian dari solusi sebesar 1.99% (1.99 GWe atau 2 PLTN skala 1000 MWe).<br />
<img src="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energi_mix2025.jpg?w=507&#038;h=211" alt="" width="507" height="211" /></p>
<p>Keselamatan dan Keamanan Nuklir</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah sekali menjelaskan ttg keburukan nuklir dengan menceritakan ketakutan publik oleh golongan anti-nuklir. Meskipun secara sadar, kita semua merasa cukup aman dari radiasi nuklir yang dipancarkan oleh lampu TL, radiasi televisi,  radiasi ruangdari ruang angkasa saat naik pesawat, maupun radiasidari radioaktif dalam tembok. Radiasi nuklir yang dilapisi dengan berbagai pelindung aktif dan pasif tdk menyurutkan para anti-nuklir dalam bercerita ttg penyakit kanker sebagai akibat dari kebocoran yg kemungkinannya jelas-jelas kecil. Apalagi kebocoran nuklir penyebab kanker dibandingkan dengan kebocoran asap rokok yang luar biasa banyak di lingkungan kita, keduanya bisa menyebabkan penyakit kanker. Kita bisa melihat resiko kanker akibat radiasi dengan melihat data sbb:</p>
<p>- Naik pesawat terbang: 0.5 mrem/jam<br />
- Radiasi kosmik dari ruang angkasa: 20-50 mrem/tahun<br />
- Mineral radioaktif dalam batu dan tanah: 40-60 mrem/tahun<br />
- radiasi dari air dan makanan: 150-250 mrem/tahun<br />
- sinar X: 6 mrem/treatment, dan CTscan: 110 mrem/treatment<br />
- televisi tabung: kurang dari 1 mrem/tahun<br />
- Di trinity zero ground bekas ledakan nuklir: 1.5 mrem/jam<br />
(Data sesuai tertulis di plaktat Trinity site, New Mexico-USA)<br />
- Kontaminasi radiasi dari PLTN Mihama di Jepang ke laut: 0.01mrem<br />
- Kerusakan kelenjar thyroid: 15 rem/jam<br />
(sumber: wikipedia.com)</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Secara teoritis reaktor riset lebih rentan dibanding reaktor untuk PLTN, karena parameternya berganti-ganti&#8221; ujar SAM ESDM Bidang Teknologi dan SDM Evita H Legowo kepada situs www.esdm.go.id, Jum&#8217;at (25 Jan 2008) di Jakarta. <span style="color:#008000;">Memang daya reaktor riset di Serpong hanya 30 MW, tapi besar fluks neutron reaktor riset tsb 100X lebih besar dari pada fluks neutron PLTN. Sehingga di reaktor riset Serpong, problem kestabilan fluks neutron dan penanganan keselamatan spy terhindar dari kecelakaan reaktivitas spt kecelakaan Chernobyl memerlukan kerja ekstra dan pengawasan melebihi PLTN. Penggunaan 30 daya kecil untuk reaktor2 riset adalah untuk efisiensi simulasi PLTN pada skala riset.</span> Pembangunan PLTN di Indonesia merupakan pilihan yang tidak bisa dielakkan. Terutama untuk menjawab tantangan permintaan kebutuhan listrik yang terus meningkat. Selain itu juga untuk mensejajarkan penguasaan teknologi nuklir dengan bangsa lain. &#8221;Malaysia dan Thailand juga sudah siap membangun PLTN,&#8221; ujar Evita H Legowo (sumber: www.esdm.go.id).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/metnet.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/metnet.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/metnet.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/metnet.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=metnet.wordpress.com&amp;blog=94124&amp;post=55&amp;subd=metnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metnet.wordpress.com/2008/02/21/era-nuklir-ke-dua-segera-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82a962071e1c52fee97696bba0b1056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">metnet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">energy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energi_skr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">komposisi energi sekarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://metnet.files.wordpress.com/2008/02/energi_mix2025.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
